Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Bayi Lahir Prematur

Rabu, 22 Jan 2020 17:38 WIT
dr. Leo Pardede. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Pada hakekatnya setiap ibu akan mengandung anak didalam rahimnya selama sembilan bulan, sepuluh hari dan melahirkan. 

Namun, beberapa ibu juga bisa melahirkan bayi sebelum usia kandungan mencapai sembilan bulan. Ada yang lima, tujuh dan juga delapan bulan.

dr. Leo Pardede, Sp.OG(K) menjelaskan beberapa penyebab seorang ibu bisa melahirkan bayinya sebelum waktu yang seharusnya atau biasa disebut prematur.

Penyebab prematur paling banyak ialah infeksi. Beberapa infeksi bisa memprovokasi terjadinya kontraksi.

Infeksi dimaksud adalah infeksi didalam vagina.

"Jadi ketika mengalami infeksi daerah vagina, mungkin ini akan menyebabkan bakteri yang berlebihan didalam vagina atau melalui kencing," jelas dr. Leo saat ditemui di ruang kerjanya RS Kasih Herlina, Timika, Rabu (22/1).

Selain itu, dr. Leo menyebut infeksi pada gigi juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

"Infeksi gigi juga bisa memprovokasi terjadinya kontraksi. Ketika terjadi kontraksi maka akan terprovokasi untuk lahir," katanya.

Penyebab bayi lahir prematur berikutnya adalah ukuran rahim yang besar. Ia menjelaskan, bayi dengan jumlah ketuban yang terlalu banyak juga bisa terprovokasi untuk terjadinya persalinan yang prematur.

"Kembar juga sering terjadi prematur, karena besarnya rahim itu menyebabkan daerah mulut rahim itu terbuka, dan terprovokasi untuk lahir," tutur dr. Leo.

Dikutip dari Popmama.com , Ibu hamil wajib mengetahui cara mencegah kelahiran prematur. Selama ini, penyebab kelahiran prematur seringkali tidak diketahui secara pasti. 

Namun, para ibu hamil bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dengan memerhatikan cara pencegahan berikut ini:


1. Menjalani Diet Sehat Sebelum Hamil

Mengonsumsi makanan sehat yang kaya protein, buah-buahan, dan biji-bijian sebelum hamil cukup efektif untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.


2. Memperbanyak Suplemen Kalsium

Ibu hamil biasanya diberikan resep vitamin D dan kalsium. Jangan disepelekan ya, Ma.

Mengonsumsi suplemen kalsium sebanyak 1000 mg atau lebih perhari bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dan preeklamsia

3. Mengonsumsi Aspirin Dengan Dosis Rendah

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi aspirin dengan dosis 60-80 mg mulai akhir trimester pertama kehamilan. 

Cara ini digunakan untuk ibu hamil dengan riwayat kelahiran prematur atau sudah pernah melahirkan prematur sebelumnya.

4. Menggunakan Cincin Pesarium (Cervical Pessary)

Ibu hamil dengan ukuran serviks yang pendek disarankan memakai cincin pesarium untuk menyokong rahim agar tidak turun. 

Bentuk alat ini menyerupai cincin yang dipasang di mulut rahim.

Segera konsultasikan dengan dokter kandungan mama untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan riwayat kesehatan mama selama ini.

5. Jauhkan Diri Dari Paparan Bahan Kimia

Apakah kamu bekerja di laboraturium? Barang yang terpapar kimia yang ada di ruang lingkup tersebut perlu jadi perhatian jika kamu sedang hamil.

Benda-benda lainnya yang mengandung bahan kimia yang perlu diwaspadai  adalah plastik, makanan kaleng, kosmetik, cat kuku, obat pembersih lantai dan kaca, cat rambut atau obat semprot rambut (hair spray).


Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan