00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Pemkab Mimika Mulai Seriusi Pengelolaan Wisata Hutan Mangrove

Pemkab Mimika Mulai Seriusi Pengelolaan Wisata Hutan Mangrove
RAPAT | Suasana pertemuan Wabup dan beberapa dinas terkait dalam pembahasan master plan wisata hutan mangrove. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua, mulai menseriusi pengelolaan wisata hutan mangrove yang  akhir-akhir ini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Keseriusan itu terlihat dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Mimika, pada Rabu (22/1).

Pertemuan itu dipimpin Wakil Bupati Johannes Rettob dengan melibatkan dinas terkait. Salah satunya Distrik Mimika Timur. 

Dalam pertemuan itu dibahas mengenai master plan wisata hutan mangrove untuk jangka panjang.

iklan_lokal_dalam_berita

Sebenarnya, master plan wisata itu sudah ada sejak awal. Namun, karena wisata itu dipersiapkan untuk Pesparawi dan PON, sehingga pembangunannya belum sesuai dengan master plan. 

Sebab, jika disesuaikan dengan aturan master plan, fisik detail desain itu akan memakan waktu kurang lebih 3 hingga 4 tahun.

"Sehingga master plannya ini dibuat hanya menyesuaikan dengan konsep yang telah ada saja. Hanya ada beberapa point yang perlu disesuaikan saja, namun untuk kedepannya jangka panjang tentu akan dibicarakan," kata John.

Selain itu, pertemuan itu juga mebahas soal sarana maupun prasarana yang akan disiapkan di wisata tersebut. Seperti akan adanya tempat jualan ikan untuk masyarakat setempat. 

Melibatkan masyarakat Suku Amungme dan Kamoro untuk menonjolkan budayanya juga dibahas, sehingga wisata hutan mangrove lebih ke ciri khas Mimika.

Kebersihan terkait lingkungan sekitar juga menjadi sorotan dalam pertemuan itu.

Kedepannya akan juga dibangun menara pemantau burung. 

"Perlu juga untuk diatur bagaiman toilet dan lain sebagainya, sehingga pengunjung tidak sembarang saat berkunjung kesitu," ungkapnya.

Mengenai regulasi maupun Perda penarikan retribusi tempat rekreasipun, dikatakan John telah ada.

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar