PT Freeport Gelar Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama

PT Freeport Gelar Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama
Peserta saat mengikuti ujian sertifikasi. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia menggelar sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi pengusaha lokal program pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PP-UMKM) PT Freeport. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Mozza, Timika, Jumat (24/1) diikuti 32 peserta perwakilan dari Perusahaan Lokal binaan PTFI dan 8 Staff sebagai pembina dari CED Departemen PTFI. 

Senior Officer, CED Department Robi Santika mengatakan, salah satu komitmen PT Freeport Imdonesiaa dalam membantu pengembangan dan kemandirian pengusaha lokal binaan yaitu tetap membantu dan mendorong peningkatan atau pemenuhan kompetensi melalui pelatihan.

Sesuai dengan perturan dan ketentuan dari PTFI dan Pemerintah, bahwa para pengusaha yang bekerja dengan perusahaan pertambangan atau memberikan jasa pertambangan harus dapat memenuhi syarat, peraturan, dan ketentuan yang berlaku.

"Salah satunya disyaratkan bahwa kontraktor harus yang bekerja di bidang jasa pertambangan harus mempunyai IUJP ( Ijin Usaha Jasa Pertambangan), dimana dalam pemenuhan pengurusan IUJP tersebut kontraktor harus mempunyai PJO ( Penangung Jawab Operasinal) yang bersertifikasi POP (Pengawas Operasional Pertama)," jelas Robi saat diwawancara disela-sela kegiatan.

Dijelaskan, pengusaha lokal ini mempunyai tenaga kerja yang kompeten dalam melakukan pekerjaan dengan pemenuhan kewajiban standar keselamatan yang berlaku. Dalam menjalankan usaha atau pekerjaannya, Pengusaha lokal binaan PTFI mempunyai PJO yang memperkerjakan atau bermitra dengan Pengusaha lokal yang dapat memenuhi syarat dan ketentuan serta peraturan yang ditetapkan perusahaan maupun pemerintah.

 

alt text??????

Senior Officer, CED Department Robi Santika (kiri) bersama Supt. OHS Training, Fransiscus Fendy Novenco.(Foto: Anya Fatma)

 

Sertifikasi ini diharapkan bisa bermanfaat bagi pengusaha untuk meningkatkan kemampuan mengelola perusahaan. Pengusaha juga diharapkan bisa memenuhi persyaratan standar keselamatan kerja yang telah ditentukan.

Supt. OHS Training, Fransiscus Fendy Novenco menjelaskan, pihaknya selalu melakukan training baik area Low land hingga High land, hanya saja target pesertanya berbeda.

Pelatihan kali ini katanya dimulai dari pelatihan di ruangan selama dua minggu, kemudian dilanjutkan dengan on job di lapangan.

"Jadi pembina dan pengawas itu memastikan bahwa hasil dari di kelas itu bisa diterapkan di lapangan," katanya.

Setelah pelatihan di ruangan dan di kelas tersebut dilaksanakan selama hampir lebih dari satu bulan, kemudian dilakukan uji kompetensi yang dilakukan saat ini.

"Uji kompetensi ini kita hanya memastikan bahwa tugas tanggung jawab dalam indikator kompetensi itu dilakukan di lapangan," kata Fendy.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar