Demo Mahasiswa Eksodus di Pemkab Mimika Dibubarkan Paksa

Jumat, 24 Jan 2020 17:45 WIT
DEMO | Puluhan orang yang mengatasnamakan mahasiswa eksodus demo damai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Puluhan orang yang mengatasnamakan mahasiswa eksodus berunjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Pemkab Mimika, Papua, Jumat (21/1).

Dalam aksinya mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan "Pemerintah Kabupaten Mimika jangan mematikan masa depan kami generasi muda Papua".

"Kami pelajar dan mahasiswa eksodus Kabupaten Mimika datang untuk bertemu Tim Sosialisasi Kabupaten Mimika".

"Pemerintah Kabupaten Mimika jangan mematikan masa depan".

Para mahasiswa ini sempat ditemui Asisten I Setda Mimika Demianus Katiop, dan Kepala Bakesbangpol Petrus Lewa Koten. Namun, mereka menolak pengarahan dari Asisten I. 

Mereka meminta Bupati atau Wakil Bupati yang menerima mereka, untuk memberikan pengarahan atas tuntutan mereka.

Koordinator aksi Jhoni Jangkup mengatakan, pihaknya meminta agar para pejabat segera hadir untuk menemui dan mendengar aspirasi mereka. 

Selain itu, mereka meminta agar ketua tim sosialisasi Kabupaten Mimika yakni Wakil Bupati Johannes Rettob yang menangani mahasiswa eksodus agar segera hadir, untuk memberikan penjelasan. Karena sudah selama enam bulan mereka diabaikan.

"Kami akan tetap bertahan disini," ujarnya.

Sementara Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Harikatang dihadapan mahasiswa menyampaikan bahwa demo ini tidak mempunyai ijin dari pihak Kepolisian. Sehingga kegiatan ini ilegal karena sudah bertentangan dengan aturan.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar aksi ini tidak dilanjutkan, dan untuk itu segera membubarkan diri dengan aman.

"Jika tidak segera membubarkan diri, maka kami akan segera melakukan tindakan dengan membubarkan secara paksa," tegasnya.

Setelah penyampaian tersebut, mahasiswa tetap bertahan sehingga dibubarkan paksa oleh petugas. 

Mereka pun diarahkan ke Polres untuk dilakukan mediasi.

Sementara Kasat Intelkam Polres Mimika, AKP Sudirman mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk memediasi agar dilakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait.

Seperti Pemda Mimika, dalam hal ini Wakil Bupati sesuai tuntutan mereka. Selain itu, LPMAK, Lemasa, Lemasko, dan lainnya.

"Kemungkinan mediasi akan dilakukan Minggu depan. Atas demo ini kami sudah pulangkan semuanya. Dan meminta tidak membuat gerakan tambahan," kata AKP Sudirman saat dihubungi seputarpapua.com, Jumat (24/1) sore.


Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

 

Kategori:
Bagikan