00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Pemkab Jayawijaya Hentikan DAK Sejumlah Kampung

Pemkab Jayawijaya Hentikan DAK Sejumlah Kampung
Bupati Jayawijaya Jhon R Banua bersama pimpinan OPD saat kunjungan ke satu distrik di Jayawijaya. (Foto: Antara/Marius Frisson Yewun)

WAMENA | Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menghentikan sementara pencairan Dana Alokasi Kampung (DAK) akhir tahun 2019 untuk beberapa kampung karena mereka belum memberikan laporan pertanggungjawaban penggunaan tahap sebelumnya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (26/1) mengatakan, dana alokasi kampung tidak bisa dicairkan walaupun dananya masih tersedia di kas.

"Ada di rekening masing-masing cuma kita menahan karena belum memasukkan pertanggungjawaban. Ada yang tahap ke dua belum ada laporan, termasuk yang tahap ke tiga," katanya.

Bupati mengaku sudah menginstruksikan pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), agar mengimbau kepala-kepala kampung untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dana tahap sebelumnya.

iklan_lokal_dalam_berita

"Mereka belum memberikan laporan maka itu DPMK menahan untuk siapa yang sudah memberikan laporan baru buka untuk diambil," katanya.

Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode ini mengatakan, evaluasi terhadap ratusan kepala kampung dan puluhan kepala distrik akan dilakukan selama tiga hari. Satu topik evaluasi adalah dana kampung

"Evaluasi akan dilakukan Senin, Selasa, Rabu, itu termasuk kepala distrik. Ini evaluasi dana kampung jadi ada tiga tahap yang akan kita lakukan," katanya.

Setelah mengevaluasi kepala kampung dan distrik, akan dilanjutkan lagi dengan evaluasi kinerja masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Bupati merencanakan evaluasi OPD pertama yang dilakukan adalah dinas pendidikan.

"Itu kami akan cek sekolah yang kemarin diinstruksikan untuk dihidupkan kembali itu sudah sejauh mana. Kita evaluasi per OPD karena kalau dilakukan sekaligus itu tidak akan efektif. Jadi sistem evaluasi satu hari full satu OPD, hari berikut ganti OPD lain lagi," katanya.

Jhon mengatakan satu bulan ke depan merupakan waktu untuk mengevaluasi capaian satu tahun kepemimpinannya.

 

Sumber: Antara
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar