Polisi di Timika Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Antar Provinsi

Selasa, 28 Jan 2020 16:33 WIT
BARANG BUKTI - Barang bukti berupa uang dan kantong plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis sabu. (Foto:Ist/SP)

TIMIKA | Lagi-lagi Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Mimika berhasil mengamankan NH, pelaku pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua, Selasa (21/1) lalu.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan tiga bungkus plastik bening ukuran sedang, yang diduga berisi sabu. Selain itu polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp4.300.000 diduga hasil penjualan sabu.

“Saat kami geledah rumah NH di Jalan Cenderawasih, didapatkan tiga plastik bening, salah satunya masih berisikan serbuk kristal, diduga itu sabu. Uang tunai senilai Rp4.300.000 dan kartu ATM,” kata Kasatreskoba, Iptu Sugarda Aditya di ruangannya, Selasa (28/1).

Kata dia, setelah penggeledahan dan penangkapan NH yang merupakan pengedar sekaligus kurir sabu ini, pihaknya berkoordinasi dengan kejaksaan untuk pemeriksaan serbuk kristal tersebut.

“Dari petunjuk jaksa tersebut, kami akan melakukan pemeriksaan di laboratorium. Namun demikian, kami sudah timbang berat yang diduga sabu dan plastiknya seberat 0,41 gram,” katanya.

 

alt text

Iptu Sugarda Aditya. (Foto: Muji/SP)

 

 

Ia menjelaskan, dalam menjalankan operasinya, NH berperan sebagai kurir dan pengedar. NH mendapatkan sabu dari seorang bernama Abang di luar Mimika. Sesuai perintah Abang, NH meletakkan paket yang dipesan oleh konsumen ke satu tempat. " Atau kita lebih mengenalnya sistem tempel," katanya.

Selanjutnya, NH menghubungi Abang bahwa sabu sudah diletakkan di tempat yang dimaksud. Kemudian, Abang menghubungi pembeli untuk mengambilnya.

“Karena sistem tempel, maka NH tidak bertemu langsung dengan konsumen. Setiap pengiriman, NH mendapatkan Rp100 ribu. Saat kami amankan, terdapat pesan masuk dari Abang yang berisi, hati-hati membuang jamu (sabu),” ujarnya.

Ia menambahkan, NH sudah melaksanakan aksinya selama empat bulan. Dan dalam satu hari, sabu yang dikirimkan ke konsumen bisa mencapai 9-10 gram.

Selama melaksanakan aksinya, NH mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp90 jutaan. NH merupakan jaringan pengedar sabu antar provinsi.

“Kami akan periksa serbuk di dalam satu kantung plastik ini. Apabila benar, maka NH bisa disangkakan pasal 114 Undang undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tuturnya.


Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan