00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Dua Hari Polres Mimika Berhasil Ringkus Pelaku Begal di Tiga TKP

Dua Hari Polres Mimika Berhasil Ringkus Pelaku Begal di Tiga TKP
Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata menjelaskan aksi para pelaku begal di Timika saat jumpa pers. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Hanya butuh waktu dua hari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) dan Tim Khusus (Timsus) Polres Mimika berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) atau begal yang meresahkan masyarakat.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan, para pelaku ditangkap berkat kerja keras anggota.
Kata Kapolres, para pelaku begal merupakan kelompok terorganisir.

“Dua hari kami bekerja keras untuk menangkap pelaku begal. Ini dilakukan demi menciptakan Kamtibmas yang kondusif,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP M Burhanuddin Yusuf Hanafia dan sejumlah anggota DPRD Mimika saat pres release di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Selasa (28/1).

Dijelaskan, para pelaku yang ditangkap 
 melakukan aksinya di depan Perumahan Pemda Mimika (SP2),  depan Rumah Makan Padang Saiyo Jalan Yos Sudarso, dan Uno Mart di Jalan Budi Utomo.

iklan_lokal_dalam_berita

“Berhasilnya menangkap pelaku begal ini juga berkat dukungan, serta doa dari seluruh masyarakat Mimika,” ujarnya.

Dikatakan, Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru sudah menerima tiga laporan dari masyarakat dengan tempat kejadian berbeda.

Laporan di Polres Mimika, yakni kasus di depan Perumahan Pemdaa SP2. "Kita sudah mengamankan pelaku utama. Sementara untuk empat orang masih dalam pengejaran,"ujarnya.

Selanjutnya kejadian di Uno Mart, Jalan Budi Utomo, polosi sudah menangkap seorang pelaku. Dua lainnya masih dikejar.

“Untuk pelaku yang kami amankan di Uno Mart ini sebelumnya sudah pernah melakukan tindak pidana di TKP sebelumnya,” katanya.

Sementara untuk laporan di Polsek Mimika Baru, yakni kejadian di depan rumah Makan Padang Saiyo, korbannya pegawai Dinas Koperasi Kabupaten Mimika.

“Dari dua TKP, yakni SP2 dan Rumah Makan Padang Saiyo hasil kejahatannya ditampung oleh satu orang, kemudian dijual kepada pembeli atau penadah. Ini membuktikan, kalau mereka satu kelompok yang terorganisir,” tuturnya.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Tetap lakukan aktivitas seperti biasa, namun harus memperhatikan 
 situasi dan kondisi di sekitar khususnya pada jam-jam kecil dan daerah-daerah rawan. 

“Kami akan mengkonsep langkah-langkah selanjutnya, yang tentunya bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Kami tidak berhenti sampai di sini saja,” tegas Kapolres.

Para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sementara untuk penadah disangkakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 10 tahun.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar