Sedang Jalani Masa Tahanan, Oknum Warga Binaan Lapas Timika Justru Jadi Pengedar Narkoba

Sedang Jalani Masa Tahanan, Oknum Warga Binaan Lapas Timika Justru Jadi Pengedar Narkoba
TERSANGKA | Tersangka pengedar sabu yang berhasil diamankan oleh Satnarkoba Polres Mimika. Salah satunya adalah warga binaan Lapas Kelas IIB Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Salah satu dari empat pengedar narkoba yang ditangkap Kepolisian Mimika, Papua, Rabu (29/1) ternyata merupakan narapidana (Baca: warga binaan) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Timika. 

Sebelumnya Kepolisian Mimika berhasil menangkap empat orang pengedar narkoba. Keempat pelaku yakni I alias Iwan (38), Ar alias Ardi (23), RAJ alias Ciwa (31), dan DRG alias Dwi (22).

Pelaku atas nama RAJ alias Ciwa ternyata saat ini berstatus sebagai warga binaan dalam kasus yang sama. Ia tengah menjalani hukuman atas perbuatannya menjual barang haram tersebut. 

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Dolok Saribu menceritakan bagaimana Ciwa bisa keluar lapas dan menjual narkoba. 

Menurut Dolok, Lapas Kelas IIB Timika setiap waktu penjagaan dilakukan oleh tiga petugas. Tiga petugas ini harus menjaga Lapas dengan luasan kurang lebih empat hektar dengan penghuni sebanyak 292 orang. 

“Karena keterbatasan personel, maka hanya tiga petugas pada setiap waktu piket. Mereka terdiri dari satu komandan jaga dan dua anggota,” kata Kalapas saat ditemui di Pusat Pelayanan Polres Mimika, Rabu (29/1).

Kata dia, karena keterbatasan itu, ada kebijakan untuk memilih satu warga binaan untuk ikut membantu penjagaan. Pemilihan warga binaan untuk membantu penjagaan harus yang berperilaku baik.

Selain itu juga telah melalui sidang yang dilakukan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

“Dari hasil sidang, maka dipilihlah Ciwa untuk membantu petugas jaga,” ujarnya.

Selama terpilih, perilaku Ciwa baik tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa akan melakukan tindakan kejahatan. Sehingga pada saat meminta untuk menjenguk keluarganya di Kota Timika, petugas jaga mengijinkan tapi tetap dalam pengawasan. 

"Sayangnya, kesempatan itu dipergunakan Ciwa untuk melakukan transaksi narkoba. Saat ini yang bersangkutan diamankan oleh Satnarkoba Polres Mimika,” tuturnya.

Ia menambahkan, belajar dari  kejadian ini, pihaknya akan lebih memperketat proses pemberian ijin untuk menjenguk keluarga, meskipun telah melalui sidang TPPK.

“Saya akan perketat aturan ini, agar tidak terlalu sering. Dan untuk masalah ini, saya sudah koordinasi dengan Kasat Narkoba. Sehingga dalam waktu 6 x 24 jam, akan membawa Ciwa kembali ke Lapas. Sementara proses hukum terhadap kasus yang baru tetap berjalan,” tuturnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar