Petugas Satpol PP Mimika Terluka Diserang Massa saat Penertiban

Senin, 03 Feb 2020 21:51 WIT
RICUH | Penertiban penjual di Jalan Bhayangkara, Timika, Selasa (3/2/20), berujung ricuh. Polisi berupaya tenangkan massa. (Foto: STR/SP)

TIMIKA | Sejumlah petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mimika terluka diserang massa saat berupaya menertibkan penjual di Jalan Bhayangkara, Kota Timika, Papua, Senin (3/2) sore. 

Awalnya Satpol PP membentuk lima tim lalu disebar ke sejumlah titik target penertiban. Ini merupakan lanjutan dari upaya penertiban penjual dan pedagang liar untuk direlokasi ke Pasar Sentral Timika di Jalan Hasanuddin.

Koordinator Penertiban Pedagang Pasar, Bessor Pigay, mengatakan awalnya upaya penertiban pada pagi hari di sekitar Jalan Budi Utomo dan beberapa lokasi lainnya berjalan lancar. 

Namun, pada sore hari para pedagang mulai memadati Jalan Bhayangkara, kompleks Pasar Lama (Pasar Swadaya lama), mereka menurunkan barang jualan di area yang harusnya sudah steril tersebut.

"Padahal, kami sudah memberikan arahan dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat terkait penertiban ini, teristimewa kepada pedagang mama-mama Papua," katanya. 

Insiden kemudian terjadi ketika petugas Satpol PP mencoba mengarahkan bus yang mengangkut para penjual, sebaiknya ke pasar sentral saja mengingat tempatnya sudah tersedia di sana. 

Tapi para penjual yang membawa hasil kebun seperti sayur mayur menolak hingga terjadi keributan. Sopir bus juga tidak bisa berbuat banyak karena harus menghadapi mama-mama Papua yang mulai mengamuk. 

"Akhirnya, mereka membuka pintu dan langsung melakukan penyerangan ke petugas kami. Mereka melempar batu, bawa parang, kayu, besi, dan segala macam. Kami langsung bubar dari situ," kata Pigay, yang juga Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Mimika. 

Petugas Satpol PP, katanya, berusaha menghalau para pedagang namun terdesak oleh massa yang cukup banyak dan mulai beringas sehingga terpaksa mundur. 

"Kami kemudian dibackup oleh kepolisian setelah keributan dan melakukan pengamanan sampai saat ini," katanya. 

Pigay belum bisa memastikan jumlah petugas yang cedera dalam insiden tersebut. Namun terpantau beberapa petugas terluka dan harus dilarikan ke RSUD Mimika akibat lemparan batu. 

"Korban luka rata-rata terkena lemparan batu. Ada juga yang terkena pukulan kayu dan lain-lain alat pemukul yang mereka bawa," katanya. 

Ia berharap ke depan upaya penertiban pedagang melibatkan semua pihak dalam sebuah tim terpadu, dengan demikian persoalan panjang ini bisa diatasi. 

"Bicara soal pasar, ini bukan hanya tugas kami, semua harus dilibatkan. Disperindag, Bapenda, perijinan, pihak keamanan harus dilibatkan sehingga semua aspek bisa dilihat," katanya. 

Kapolsek Mimika Baru Kompol Sarraju mengatakan, ke depan memang perlu ada sinergitas yang lebih baik sehingga penanganan penertiban seperti ini bisa berjalan aman dan lancar. 

"Tapi semua sudah diatasi saat ini, kami sudah membackup Satpol PP," kata Sarraju.


Reporter: Sevianto/STR
Editor: Batt

 

Kategori:
Bagikan