Dinas Pendidikan Papua akan Pecat Sembilan Guru Tinggalkan Tugas

Christian Sohilait. (Foto: Antara/SP)
Christian Sohilait. (Foto: Antara/SP)

WAMENA | Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD), Provinsi Papua dalam waktu dekat akan memberikan sanksi berat berupa pemacatan sembilan orang guru pegawai negeri sipil (PNS) yang mangkir meninggalkan tugas di tanah Papua tanpa alasan.

Kepala DPPAD Papua Christian Sohilait mengatakan, hukuman itu akan dijatuhkan kepada guru yang meninggalkan tugas bertahun-tahun serta beberapa guru yang terlibat pelanggaran lainnya.

"Sebenanya banyak guru yang akan dipecat, tetapi saya baru dapat data sembilan guru yang siap dipecat," katanya di Wamena,  Senin (3/2). 

Menurut Christian, secara hukum dan aturan dinas sudah benar-benar siap memberikan sanksi pemecatan. Sebab tidak bisa ada pembiaran tanpa sanksi terhadap guru yang malas bertahun-tahun, dan tidak tinggal di tempat tugas.

Ia menyebut, satu diantara sembilan guru itu akan dipecat karena kuliah di luar negeri lebih dari empat tahun serta satu guru lainnya juga akan dipecat karena terindikasi moral tidak terpuji.
 
Kepala dinas juga, lanjut Christian, telah menerima informasi terkait satu guru di Jayawijaya yang tidak melaksanakan tugas lebih dari lima tahun sehingga bisa jadi jumlah guru yang akan dipecat mencapai 10 orang.

"Tidak bisa ada guru yang punya moral rusak, bikin kasus, ada laporan polisi, hukuman jelas lalu kita dari dinas tidak berikan hukuman," tegas Christian.

IKLAN-TENGAH-berita

Mantan Sekda Lanny Jaya ini mengharapkan rencana pemecatan mendapat dukungan dari rekan-rekan guru yang rajin mengabdikan diri selama bertahun-tahun tanpa meninggalkan tempat tugas.

"Kalau sampai teman-teman ada yang tidak mendukung, protes saya tentang pemecatan ini, saya pikir orang itu kita harus pertanyakan bersangkutan karena dia termasuk orang yang mengganggu pendidikan," katanya.

Pemecatan guru karena melanggaran aturan, menurut Christian, akan dilakukan dinas pendidikan serta  berencana memberikan apresiasi kepada guru tidak hanya memakan gaji buta.

"Kalau tidak diberikan hukuman, hal itu akan buat sentimen antara guru di sekolah. Guru yang rajin akan sakit hati karena setiap saat ditegur kepala dinas, dimarahi, sementara guru yang tidak rajin bertahun-tahun enak-enak terima gaji," katanya.

Ia mengingatkan sejumlah guru yang mengabaikan tugas dan lebih senang menjaga kios daripada mengajar selama bertahun-tahun diminta  segera kembali tugas utamanya untuk menjalankan proses belajar mengajar siswa.

"Masa ada guru yang tinggalkan tugas 10 tahun dia bisa santai-santai. Pada kepemimpinan saya, saya akan pecat. Saya kasi ingat hari ini, kalian hati-hati. Sudah waktunya kalian kembali ke jalan yang benar. Ini waktunya," katanya.

Sumber: Antara
Editor: Sev

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar