00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Mama-mama Pedagang Asli Papua di Mimika Unjuk Rasa Minta Keadilan

ARAHAN | Ketua sementara DPRD Mimika Iwan Anwar ketika memberikan arahan kepada pengunjukrasa, Selasa (4/2). (Foto: Aditra/SP)

TIMIKA | Puluhan mama-mama pedagang asli Papua di Mimika meminta keadilan akan nasib mereka yang selama ini berjualan di kawasan pasar lama, Jalan Bhayangkara, Kota Timika. 

Mereka menilai ada ketidakadilan dalam menertibkan pedagang yang selama ini berjualan di pasar lama. 

Hal ini disampaikan saat berunjukrasa di Kantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Selasa (4/2).

Dihadapan sejumlah anggota dewan, Meliana Nawipa menyampaikan kekecewaannya atas sikap dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika membubarkan paksa pedagang di pasar lama, pada Senin (3/2) sore. 

Dia menilai ada ketidakadilan, karena yang dibubarkan hanya pedagang yang berjualan di emperan jalan.

"Kami menyayangkan sikap Satpol PP yang memaksa membubarkan kami dengan menginjak-nginjak jualan kami. Kami melawan karena terkesan tebang pilih," kata Meliana.

Ungkapan senada juga disampaikan Karina Magai. 

Dikatakan, apabila pemerintah daerah bersikap adil, maka seluruh pedagang harus ditertibkan untuk dipindahkan ke pasar sentral di Jalan Hasanuddin. 

Apabila itu belum dilakukan, maka mereka tetap berjualan di pasar lama. 

"Kami akan tetap berjualan di pasar lama karena masih banyak pedagang yang berjualan. Sepanjang semua pedagang tidak ditertibkan ke pasar sentral, maka kami akan tetap berjualan," kata Karina. 

Sementara Yuliana Kambu mengkui bila mereka sudah membuat pernyataan siap direlokasi ke pasar sentral. 

Namun yang terjadi saat mereka berjualan di pasar sentral, mereka tidak mendapatkan penghasilan disebabkan masih ada pedagang yang berjualan di pasar lama dan gorong-gorong.

Dia pun meminta agar kedua pasar tersebut harus ditutup, dan semua pedagang disatukan di pasar sentral sehingga pembeli dapat terpusat di satu pasar. 

"Kami sudah pernah buat pernyataan kalau semua pedagang dipindahkan. Kami berjualan di pasar baru (sentral) tidak ada penghasilan," ujar Yuliana. 

Menanggapi aspirasi pengunjukrasa, Iwan Anwar selaku ketua DPRD sementara menyampaikan akan melanjutkan aspirasi tersebut ke komisi yang membidangi. 

"Prinsipnya keluhan dan aspirasi sudah kami terima, dan kami akan tindak lanjuti," kata Anwar. 

Anwar pun berharap persoalan mama-mama pedagang asli Papua dapat dicarikan solusi, karena menyangkut ekonomi keluarga. 

"Persoalan pedagang mama-mama Papua harus dicarikan solusi secara baik, tidak dengan melakukan pemaksaan, karena ini menyangkut ekonomi keluarga atau masa depan," ujar Anwar. 

 

Reporter: Aditra
Editor: Sev

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar