Polisi Kembali Gerebek ‘Home Industry’ Miras Lokal di Mimika

BARANG BUKTI | Barang bukti yang ditemukan polisi di rumah tempat penyulingan miras lokal. Foto: Polsek Kuala Kencana.

TIMIKA | Jajaran Kepolisian Sektor Kuala Kencana menggerebek 'home industry' penyulingan minuman keras oplosan di sebuah rumah kawasan bekas perusahaan kayu, Distrik Iwaka, Mimika, Senin (4/2).

Penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y. Harikatang turut menyita sejumlah barang bukti bahan baku dan dua alat penyulingan terbuat dari bambu.

"Awalnya saat kami melaksanakan patroli rutin di sekitar SP 5 dan bertemu dengan seorang warga, dia melaporkan bahwa ada rumah yang digunakan untuk membuat minuman lokal jenis sopi," kata Harikatang kepada SeputarPapua, Selasa (4/2).

Kapolsek bersama empat personelnya kemudian mengecek sebuah rumah papan, dan menemukan alat dan bahan baku untuk pembuatan miras lokal jenis sopi.

"Sayangnya tidak ditemukan pemilik rumah papan tersebut. Tapi kami sudah tahu identitas pemilim rumah atasnama Mateis," katanya. 

Kapolsek bersama anggotanya langsung memusnakan bahan baku untuk permentasi miras yang ditampung di dalam tiga drum, dan mengamankan barang bukti alat penyulingan miras.

"Kami juga membawa para saksi ke Mapolsek Kuala Kencana untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pemilik rumah papan tersebut yang diduga pelaku," jelasnya. 

*Tidak higienis*

Iptu Harikatang pada kesempatan tersebut membawa seorang tokoh masyarakat ke lokasi penggerebekan untuk menyaksikan bagaimana proses pembuatan miras lokal jenis sopi.

Harikatang memperlihatkan proses pembuatan yang sangat tidak higienis, dengan menggunakan bahan baku yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. 

Beberapa bahan baku seperti fermipan, gula pasir, gula merah, yang kemudian dicambur lalu difermentasi dalam drum selama beberapa hari. Hasil fermentasi ini yang kemudian disuling. 

"Bahan baku tersebut dicampur dengan air kotor yang diambil dari parit di sekitar lokasi pembuatan. Ini seperti racun, sangat berbahaya," kata Harikatang.

Noel, seorang tokoh masyarakat yang menyaksikan hal itu mengaku sangat menyesal terhadap pelaku yang tega membuat minuman memabukkan dan berbahaya dijual ke masyarakat.

"Ini sudah yang orang minum sampai beberapa orang sudah meninggal. Saya sampaikan terima kasih kepada bapak Kapolsek yang sudah datang bongkar tempat ini," katanya.

Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar