00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Ini Penjelasan IDI Mimika Terkait Dugaan Dokter WNA di RS Freeport Tembagapura

Ketua IDI Mimika, dr. Leonard Pardede, Sp.OG (K) (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, dr. Leonard Pardede, Sp.OG (K) mengaku hingga saat ini tidak ada dokter berkewarganegaraan asing yang terdaftar di IDI Mimika. 

Hal ini berkaitan dengan adanya dugaan tenaga dokter WNA yang bekerja pada Rumah Sakit (RS) PT Freeport Indonesia di Tembagapura yang diketahui sudah bekerja sejak 2018.

"Kalau memang RS PT Freeport mendaftarkan dua dokter itu, berarti ada dalam data IDI Mimika. Tapi sampai saat ini tidak ada nama dokter WNA di IDI Mimika," katanya kepada wartawan di RS Kasih Herlina, Timika, Kamis (6/2).

Leo menjelaskan, keberadaan tenaga kerja WNA mestinya sudah harus diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

iklan_lokal_dalam_berita

Jika tenaga kerja asing tersebut merupakan seorang dokter, maka dia harus mendapatkan rekomendasi dari rumah sakit tempatnya akan bekerja untuk memperoleh ijin praktek dari Dinas Kesehatan setempat, dalam hal ini di Kabupaten Mimika.

Lebih lanjut, ijin praktek dokter itu diurus oleh dokter yang bersangkutan untuk memperkuat legalitas operasional dalam suatu wilayah pemerintahan termasuk di Mimika.

"Jadi seharusnya yang mendaftar untuk ijin praktek dokter itu adalah dokter yang bersangkutan atau rumah sakit yang mempekerjakannya," tutur Leo.

Ia memastikan jumlah dokter yang terdaftar di IDI Mimika sebanyak 210 dokter, dan tidak ada nama dokter yang berkewarganegaraan asing.

Leo juga akan mempertanyakan hal ini kepada RS PT Freeport, sebab ini berkaitan dengan aturan dari pusat yang perlu diikuti dalam mempekerjakan tenaga dokter termasuk yang WNA.

"Kami akan tanya ke RS PT Freeport terkait keberadaan dokter WNA itu, karena ada aturan yang harus diikuti dalam mempekerjakan tenaga dokter," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Papua, Jesaja Samuel Enock mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan adanya dokter warga negara asing yang bekerja di RS PT Freeport Indonesia di Tembagapura tanpa izin.

"Kita lagi mendalami. Belum tau benar atau tidak, lagi proses penyelidikan," kata Samuel saat diwawancara di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Senin (27/1).

Katanya, setelah menerima laporan terkait dokter asing tersebut, pihaknya sedang melakukan penyidikan dalam hal mengumpulkan bukti-bukti. 

Dokter tersebut kata dia, kemungkinan telah bekerja di rumah sakit tersebut selama satu tahun.

"Kalau memang tindak pidana keimigrasian, itu akan diproses," kata Samuel.

RS PT Freeport Indonesia di sendiri ditangani oleh PT Alas Emas Abadi (AEA). 

Dalam laporan pengaduan masyarakat yang diterima Kantor Imigrasi dari Indah Jelita Rumambi Umbo bahwa ada tiga dokter WNA yang dipekerjakan oleh PT AEA tidak sesuai dengan jabatan pada Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).

Ketiga WNA tersebut disebut telah bekerja sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2019. 

Sesuai dengan IMTA, ketiganya seharusnya sebagai tenaga Quality Control. Akan tetapi mereka berpraktek sebagai dokter, memeriksa pasien, memberikan terapi dan sekaligus memberikan resep dengan mengatasnamakan nama dokter WNI.

Sementara itu, perwakilan PT AEA Sofia Indradewi membantah informasi tersebut, dan menyatakan bahwa laporan tersebut adalah fitnah, kerena semua pekerja memiliki izin.

"Itu fitnah. Apalagi semua TKA yang bekerja di PT AEA mempunyai izin," katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (27/1).

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar