00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Korban Tewas Penembakan Brutal di Thailand Bertambah, Jadi 21 Orang

Sebuah foto tersangka yang jadi buronan dipasang di poster, setelah penembakan massal terjadi di Kota Nakhon Ratchasima, dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Thai Crime Suppression Bureau di Thailand, Sabtu (8/2). Antara/Thai Crime Suppression/Reuters

THAILAND | Anggota pasukan keamanan Thailand tewas pada Minggu dini hari dalam serangan di pusat perbelanjaan yang berupaya menghentikan amukan seorang tentara, menambah jumlah korban tewas menjadi 21 orang, demikian menteri kesehatan.

Dua anggota pasukan lainnya terluka dalam serangan tersebut, ungkap Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul kepada wartawan, saat ledakan dan penembakan susulan bergema dari pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota Nakhon Ratchasima.

Gambar video Reuters memperlihatkan satu korban dibawa ke ambulans. Sementara yang lainnya terhuyung-huyung keluar dari bangunan tersebut ketika ia dibantu ke tandu.

Penembakan bermula pada Sabtu malam ketika tentara itu menembaki sebuah rumah sebelum bergeser ke pangkalan militer dan kemudian ke pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima, yang berada 250 Km dari ibu kota Bangkok, kata polisi.

"Kami tidak tahu mengapa pelaku melakukan ini. Tampaknya ia gila," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kongcheep Tantrawanit kepada Reuters.

Pasukan keamanan Thailand lantas mendatangi mal tersebut pada Sabtu guna menyelamatkan ratusan orang yang terjebak di dalam mal. Tak diketahui pasti jumlah pengunjung atau pun pegawai toko yang masih berada di dalam, kata Kongcheep.

Polisi mengidentifikasi tersangka bernama Jakrapanth Thomma. Sebelum aksi brutalnya itu ia sempat mengunggah tulisan "Kematian tak dapat dihindari semua orang" di akun Facebook miliknya dan kemudian bertanya "Haruskah saya menyerah?

Facebook menyebutkan pihaknya akan menghapus akun si pelaku.

"Tidak ada ruang di Facebook untuk orang-orang yang melakukan tindakan keji semacam ini, kami juga tidak mengizinkan orang-orang memuji atau mendukung serangan ini," kata perwakilan Facebook melalui pernyataan.

Penembakan langka terjadi di negara Asia Tenggara itu kecuali di wilayah selatan, lokasi pertempuran selama puluhan tahun.

Nakhon Ratchasima merupakan kota terbesar di timur laut Thailand, daerah pertanian padi sekaligus salah satu wilayah termiskin di negara berpenduduk 69 juta tersebut.

Bangkok, 09/2 (ANTARA) – Kepolisian Thailand meyakini bahwa tentara yang menewaskan sedikitnya 21 orang bersembunyi di basemen pusat perbelanjaan di timur laut Thailand.

Tak ada seorang pun yang dijadikan sandera oleh si pelaku dalam peristiwa itu, kata petugas pada Minggu.

Petugas mengatakan pasukan masih memeriksa apakah masih ada warga sipil yang terjebak di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Sementara itu, sembilan orang berhasil dievakuasi.

"Pelaku masih berada di ruang bawah tanah mal dan sepertinya tidak ada sandera. Kami semakin dekat dengan si pelaku," katanya. Petugas itu tidak menyebutkan nama si pelaku lantaran tak berwenang untuk berbicara kepada media.

Sumber: Anatara
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar