Kapolres Mimika Pimpin Penggerebekan Pasutri Bandar Sabu, 24 Paket Diamankan

GEREBEK | Satuan Reserse dan Narkoba Polres Mimika saat menggerebek rumah petakan bandar sabu. (Foto: Muji/SP)
GEREBEK | Satuan Reserse dan Narkoba Polres Mimika saat menggerebek rumah petakan bandar sabu. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memimpin langsung penggerebekan pasangan suami isteri (Pasutri) diduga sebagai bandar Sabu yang beroperasi di wilayah Kota Timika.

Penggerebekan oleh Tim Satnarkoba di salah satu rumah petakan di Jalan Yos Sudarso, Jumat (14/2), polisi mengamankan barang bukti 24 paket sabu, dengan rincian 15 plastik besar dan sembilan paket berukuran kecil. Serta dua pelaku yang merupakan pasutri IW dan BS.

​​​​​

24 bungkus plastik sabu diperkirakan memiliki berat kotor kurang lebih 15 gram. 

Selain 24 bungkus plastik berisi sabu, petugas juga mendapatkan empat butir amunisi, satu buah timbangan digital, dua sendok takar dan satu klip bungkus plastik bening.

Kasat Reskoba Polres Mimika, Iptu Sugarda Aditya mengatakan, sebelum melakukan penggrebekan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan selama tiga hari dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.

IKLAN-TENGAH-berita

"Sebelumnya, kami sudah dapat informasi bahwa barang (sabu) akan masuk dua hari dari Makassar melalui pelabuhan," kata Kasat di sela-sela penggrebekan.

Katanya, dari informasi itulah pihaknya melakukan penyelidikan dan terbukti pelaku berinisial IW  membawa barang sebanyak lima paket. 

Selanjutnya, setelah dilakukan pengembangan didapatkan lima kantung plastik bening kecil, yang dibungkus dengan tisu serta masih ada sisa sabu di dalam kamarnya.

"Kami temukan lagi sembilan paket dan dikembangkan. Dimana barang ini diduga dimiliki oleh pasangan suami istri," ujarnya. 

Pelaku merupakan bandar dan pemain lama yang selama ini mengedarkan sabu di wilayah Mimika.

Sistim kerjanya, barang yang didapatkan dan sebelum diedarkan, pelaku memecah atau membaginya sesuai dengan pesananan.

"Jenis sabu yang ada ini masih dalam bentuk gempulan dan barang bagus. Dan untuk satu gram dijual seharga Rp2 juta sampai Rp2,5 juta," ungkapnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar