Sekolah Kristen Kalam Kudus Tegaskan Empat Gurunya Bebas Virus Corona

Jumat, 14 Feb 2020 18:25 WIT
FOTO | Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus (kanan) yang didampingi kepala sekolah dan staf. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pengelola Sekolah Kristen Kalam Kudus menegaskan empat gurunya yang beberapa waktu lalu mengikuti studi di Huaqiao University, Xiamen, China bebas dari Virus Corona.

Penegasan ini terkait dengan adanya informasi bahwa empat gurunya masih berada di China ketika Virus itu merebak.

“Kami tegaskan empat guru Kalam Kudus yang tengah studi di China bebas dari Virus Corona,” tegas Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus, Nining Lebang saat ditemui seputarpapua.com di ruang kerjanya, Jumat (14/2).

Nining menuturkan, Sekolah Kalam Kudus tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah China melalui Lembaga Koordinasi Bahasa Tionghoa Jawa Timur untuk melakukan studi atau kuliah Bahasa Mandarin di China lewat program beasiswa.

Dalam kerjasama ini, setiap tahunnya Sekolah Kalam Kudus mengirimkan calon guru Bahasa Mandarin ke China untuk kuliah. Ini merupakan angkatan kelima pengiriman tenaga guru ke China.

“Jadi, guru-guru ini ke China dalam rangka program beasiswa studi Bahasa Mandarin. Setelah menyelesaikan studinya, maka bisa menjadi guru Bahasa Mandarin,” katanya.

Ia menceritakan, beberapa waktu lalu 10 orang calon guru Kalam Kudus dikirim ke China untuk studi. Dari 10 calon guru tersebut, enam diantara sudah pulang ke Indonesia. Itupun, sebelum merebaknya kasus wabah Virus Corona. 

“Sisanya juga sudah pulang pada 7 Februari lalu setelah kami berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Timika, Karantina Kesehatan, dan lainnya. Mereka sudah berada di Timika, namun belum bisa mengajar,” terangnya.

Sebelum kembali ke Timika, tentunya Warga Negara Indonesia (WNI) dari China akan melalui Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Setiap penumpang yang datang akan discreening atau diperiksa termasuk empat guru dari Sekolah Kristen Kalam Kudus.

Begitu juga sesampai di Timika, empat guru ini mendapatkan pengawasan dari pihak Karantina Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Dimana empat orang guru ini selalu dipantau dan diawasi oleh dinas terkait.

“Jadi selama 14 hari sejak mereka datang (7 Februari 2020), mereka masih dalam pengawasan dinas terkait. Dan informasi terakhir, mereka katakan kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.

Untuk itu Nining menegaskan, empat orang guru Sekolah Kalam Kudus bebas Corona. Apalagi letak Huaqiao University berada di Xiamen, jauh dari Wuhan.

Lanjutnya, dan untuk selanjutnya, masih menunggu kebijakan dari Pemerintah China bagaimana kelanjutannya.

“Dan karena program ini berkelanjutan, maka untuk saat ini proses studinya melalui sistem online atau jarak jauh,” tuturnya.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika mendapat laporan terkait empat guru Sekolah Kristen Kalam Kudus yang tengah berada di China. 

Selanjutnya pada 4 Februari 2020 Imigrasi Timika bersurat ke Kantor Wilayah Hukum dan Ham (Kanwilkumham) Provinsi Papua. 

“Terkait laporan empat guru Sekolah Kalam Kudus yang masih di China. Pada 4 Februari 2020 lalu, kami sudah mengirimkan surat ke Kanwilkumham Papua. Surat ini sebagai bentuk perhatian, mengingat adanya wabah Virus Corona,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Jesaja Samuel Enock saat ditemui Rabu (12/2) lalu. 

Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan dan Dinas Kesehatan Mimika. Hasilnya mereka dinyatakan sehat dan baik-baik saja.

“Memang mereka disarankan dalam waktu 14 hari tidak keluar rumah dan menggunakan masker. Tapi secara keseluruhan, kondisi mereka sehat-sehat saja,” tuturnya.


Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan