Pangdam Cenderawasih: Tim Evakuasi MI-17 Pertaruhkan Nyawa

Jumat, 14 Feb 2020 20:09 WIT
Tim evakuasi ketika bersiap-siap menuju lokasi jatuhnya helikopter MI-17 TNI AD di Pegunungan Bintang, Papua. (Foto: Dok Penrem 172/PVY)

TIMIKA | Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, mengapresiasi semua pihak yang ikut membantu TNI dalam pencarian dan evakuasi jenazah para korban penumpang Helikopter MI-17 Penerbad No Registrasi HA 5138. 

Tim evakuasi berhasil mencapai lokasi jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI AD pada ketinggian 12.500 feet, di tebing kawasan Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat (14/2). 

"Hari ini kita patut bersyukur atas ditemukannya 12 jenazah korban Heli MI-17 yang dinyatakan hilang sejak tahun lalu," kata Pangdam melalui siaran pers, Jumat (14/2). 

Pangdam menyampaikan terimakasih dan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, beserta jajaran pemerintah daerah setempat.

Juga kepada para tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Pegunungan Bintang, terlebih khusus masyarakat Distrik Oksop yang telah membantu sejak awal pencarian sampai ditemukannya jenazah para korban.

"Tidak lupa terimakasih saya sampaikan kepada PT Dimonim Air dan PT Intan Angkasa yang telah mengerahkan heli beserta crew-nya untuk mendukung proses pencarian maupun evakuasi korban," katanya. 

Pangdam menyatakan rasa bangga dan hormat kepada para prajurit TNI dan Polri yang telah bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan proses pencarian maupun evakuasi di medan yang sangat ekstrim. 

Menurut dia, dengan medan yang demikian sulitnya, maka apa yang para prajurit  lakukan bukanlah hal yang mudah. Bahkan, sebutnya, sesungguhnya tugas ini sangat beresiko tinggi terhadap keselamatan diri mereka. 

"Saya sangat bangga dengan dedikasi yang telah ditunjukkan baik prajurit TNI maupun Polri yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi ini," ujar Pangdam.

Komandan Korem 172/PVY, Kolonel Inf Binsar Sianipar selaku koordinator evakuasi, mengonfirmasi bahwa benar tim telah mencapai lokasi puing-puing heli MI-17 pada Jumat sekitar pukul 12.30 WIT.

Tim evakuasi dari Yonif 751 Raider tiba di lokasi setelah berjalan mendaki selama kurang lebih lima jam dari base camp yang didirikan sejak Kamis (13/2), sesaat setelah mereka diturunkan dengan menggunakan tali dari heli angkut personel.

Mengingat kondisi cuaca dan medan yang sangat ekstrem, kata Binsar, tim belum bisa melakukan evakuasi terhadap jenazah korban pada Jumat sore ini. 

"Direncanakan besok proses evakuasi jenazah akan kita mulai. Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli," ujar Kolonel Binsar.

Untuk diketahui, Helikopter MI 17 milik TNI AD hilang kontak sejak Jumat 28 Juni 2019 lalu sekitar pukul 11.49 WIT dalam penerbangan Oksibil, Pegunungan Bintang - Sentani, Jayapura. 

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta crew, sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di pos perbatasan RI-PNG.

Adapun nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

Sedangkan penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana. 


Reporter: Sevianto
Editor: Misba

 

Kategori:
Bagikan