Di Timika, 2 Warga Diserang Secara Brutal Waktu Dini Hari

Sabtu, 15 Feb 2020 13:21 WIT
DIRAWAT | Korban penganiayaan yang terjadi di depan Senyum 5000 saat dirawat di RSUD Mimika. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Dalam waktu kurang lebih 30 menit, terjadi dua kasus penganiyaan di dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di depan Toko Senyum 5000 Jalan Budi Utomo dan di depan Bar Timika Indah, Jalan Cendrawasih, Mimika, Papua, pada Sabtu (15/2) dini hari.

Kapolsek Mimika Baru (Miru), Kompol Sarraju saat dikonfirmasi membenarkan ada dua kejadian penganiayaan yang terjadi di Kota Timika. Saat inipihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dua kasus tersebut.

"Kami masih dalami dua kasus penganiayaan di dua TKP  untuk mengetahui motif para pelaku tersebut," kata Kapolsek saat ditemui di Mapolsek Miru, Sabtu (15/2).

Kapolsek menjelaskan, untuk kejadian di Jalan Budi Utomo, terjadi sekitar pukul 03.20 WIT. Dimana saat itu, KM (korban) yang tinggal di Jalan Busiri Ujung, hendak membeli rokok di warung samping Toko Senyum 5000.

Namun tiba-tiba lima orang pelaku dengan menggunakan dua kendaraan datang, langsung menyerang dan melakukan pengeroyokan secara brutal terhadap korban.

"Dari lima pelaku tersebut ada yang membawa senjata tajam (sajam). Dan setelah menyerang korban pelaku langsung melarikan diri," katanya.

Tidak ada barang berharga korban dibawa kabur pelaku. Untuk itu polisi akan melakukan penyilidik intensif untuk mengetahui pelaku.

Kata Kapolsek,  saat ini korban mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mimika, karena mengalami luka akibat sajam di bagian kepala, lengan kiri, bahu kiri dan kelingking kanan putus.

"Korban masih dirawat di RSUD Mimika, karena mengalami luka yang cukup parah," ujarnya.

Sementara kejadian di SP2, tepatnya di depan Bar Timika Indah, terjadi sekitar pukul 03.30 Wit. Kasusnya hampir sama dengan yang terjadi di depan Toko Senyum 5000.

Dimana M (korban) warga Irigasi, tengah naik ojek diberhentikan oleh beberapa pelaku yang juga menggunakan sepeda motor. Setelah diberhentikan pelaku langsung menganiaya korban.

"Untuk jumlah pelaku, kami masih belum mengetahuinya. Karena korban masih dirawat dengan luka robek pada paha kanan dan kepala bagian belakang," terangnya.

Ia menambahkan, dari dua kejadian tidak ada barang yang diambil. Hanya pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.
Dan kemungkinan ada permasalahan antara korban dan pelaku. 

Namun apakah mereka saling kenal atau tidak belum diketahui. Karenanya masih di dalami, apakah balas dendam atau disuruh orang.

"Kami akan dalami kasus ini, dan segera menangkap pelaku untuk mengetahui motif dibalik ini semua," tuturnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

 

Kategori:
Bagikan