00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Polisi Berhasil Tangkap Penganiayaan Brutal dan Amankan Sebilah Parang

AMANKAN | Barang bukti sepeda motor dan pelaku berhasil diamankan polisi. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Unit Reskrim Polsek Mimika Baru, pada Minggu (16/2) berhasil menangkap empat pelaku penganiayaan secara brutal di depan Senyum 5000, Jalan Budi Utomo pada Sabtu (15/2) dini hari kemarin.

Empat orang pelaku yang tertanggkap, yakni RW (20), pekerjaan buruh bangunan diamankan di tempat kerjanya di Jalan Cenderawasih SP 2. Kemudian SDF alias Dumus (20), pelaku diamankan di rumah keluarganya di Jalan Pattimura Ujung.

Ketiga  Zul (17) pelajar salah satu SMA Negeri di Mimika yang tinggal di Jalan Hasanuddin. Pelaku diamankan di kediamannya, pada Senin (17/2) dini hari. Dan yang keempat adalah EAM alias Bongso (19) pekerjaan buruh bangunan. Pelaku diamankan di rumahnya di Jalan Mente.

“Sebenarnya pelaku penganiayaan ada enam orang. Satu masih dalam perawatan dan satunya masih pencarian.  Empat orang yang sudah kami amankan, sekarang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” kata Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju saat ditemui di Mapolsek Mimika Baru, Senin (17/2).

iklan_lokal_dalam_berita

Kapolsek menjelaskan, motif dari para pelakui sebenarnya sepele, yakni ditatap atau dilihat oleh seseorang di tempat hiburan malam.

Selanjutnya, para pelaku mencari orang yang dianggap menyepelekan atau menantang di tempat hiburan malam tersebut. Namun karena tidak bertemu, pelaku kemudian mencari pelaku di lokasi lainnya menggunakan sepeda motor.

“Sesampai di TKP, salah satu pelaku melihat KM yang hendak membeli rokok dan langsung menghampiri. Sementara lainnya juga mengikuti dan langsung melakukan penganiayaan secara brutal,” jelasnya.

“KM ini tidak ada hubungannya dengan orang yang dicari para pelaku. Tapi dia jadi sasaran, karena pelaku dipengaruhi Miras,” tambahnya.

Dari tangan keempat pelaku,  polisi mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan saat aksi penganiayaan, yakni satu unit sepeda motor Yamaha Mio 125 warna hitam, tanpa plat nomor, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 warna putih orange DS 3191 MV.

Serta sebilah parang dengan panjang 50 cm, bergagang plastik warna hitam dan satu satu buah sarung parang dengan panjang 36 cm.

“Saat ini, kami masih melakukan pencarian M yang juga salah satu pelaku pengeroyokan tersebut,” ujarnya.

Tidak ada Penganiayaan di SP2

Kapolsek mengatakan, untuk kejadian penganiayaan yang sebelumnya terjadi di SP2 itu tidak ada. Informasi itu muncul, karena pada saat kejadian penganiayaan di depan Senyum 5000 anggota mendatangi KM (korban penganiayaan) di RSUD.

Saat di RSUD, petugas mendapatkan dua orang, salah satunya mengalami luka-luka. Sehingga ditanya oleh petugas, dan dijawab oleh bersangkutan bahwa  AW dikeroyok di SP2.

“Namun setelah didalami, AW merupakan pelaku pengeroyokan di depan Senyum 5000. Dimana dia terluka karena sabetan senjata tajam (sajam) dari temannya sendiri yang secara brutal melukai KM (korban Senyum 5000). Dan karena ketakutan, maka AW mengarang cerita,” terangnya.

Untuk itu ia memerintahkan petugas untuk mengawasi AW. Apabila sudah diperbolehkan keluar dari RSUD, maka langsung dilakukan penangkapan.

“Jadi AW masih di RSUD, dan anggota masih melakukan pengawasan untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar