00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Pelaku Pencabulan Bocah Lima Tahun Terinspirasi dari Keseringan Nonton Video Porno

Iptu Fanny Silvia

TIMIKA | Pelaku pencabulan terhadap terhadap bocah berumur lima tahun, AM (15) mengaku terinspirasi karena sering menonton video porno. AM sendiri saat ini masih berstatuskan sebagai pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Mimika. 

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP M Yusuf Burhanudin Hanafiah melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Mimika, Iptu Fanny Silvia mengatakan, peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh AM terhadap bocah lima tahun pada 31 Juli 2019 lalu, sekitar pukul 11.30 Wit.

Dari keterangan ibu korban menjelaskan pada saat kejadian, dirinya tengah membersihkan lantai di ruang tamu, dimana saat itu AM juga berada di rumah karena masih memiliki hubungan saudara.

“Karena ibu korban sedang membersihkan lantai, maka AM menyampaikan untuk mengajak korban bermain ke dalam rumah,” kata Kanit PPA saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/2).

iklan_lokal_dalam_berita

Kemudian, saat ibu korban melintas di kamarnya dan mengecek pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Sehingga ibu korban mengintip dari lubang pintu, dan melihat posisi korban terlentang dan pempersnya terbuka. 

Iapun teriak, sehingga AM yang saat itu setengah telanjang, langsung mengenakan celana dan membuka pintu dan langsung lari ke ruang tamu.

“Melihat AM berada di ruang tamu dalam keadaan gemetar. Karena saat ditanya, AM hanya terdiam saja. Sehingga pelaporpun menghubungi orang tua AM,” terangnya.

Lanjutnya, dari kejadian tersebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan dua kali, namun tidak diindahkan. Dan terakhir, AM dilarikan oleh orang tuanya ke Jayapura. Karena kebetulan kakak AM kuliah di Jayapura. Namun Minggu (16/2) AM sudah dijemput oleh petugas. Dan sekarang tengah dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Setelah tiba di Timika, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. Hasil dari gelar perkara, AM ditetapkan sebagai tersangka dengan dasar hasil visum (luka lecet pada kemaluan korban) dan keterangan para saksi. 

AM disangkakan dengan pasal 82 ayat 1, UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Namun demikian, kami masih memperkuat kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.

Disinggung motivasi AM melakukan aksi itu, Fanny menerangkan, saat dilakukan pemeriksaan setelah tiba dari Jayapura dan didampingi keluarga, pelaku tidak mengakui perbuatannya. 

Namun menyangkut kronologis, AM mengakui itu semua, tetapi saat melakukan pencabulan palaku tidak mengakui.

“Sebelum didampingi pihak keluarga, AM mengaku sering nonton film porno di laptop," tutup Fanny. 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar