00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Sejumlah Warga Kampung Bhintuka Palang Jalan Protes Penggunaan Dana Desa

PALANG | Aksi pemalangan yang dilakukan sekelompok masyarakat Kampung SP13. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Sejumlah warga di Kampung Bhintuka SP13 Distrik Kuala Kencana, Mimika, Papua, Kamis (20/2) memalang jalan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes mempertanyakan penggunaan Dana Desa (DD) yang mereka nilai tidak transparan oleh Kepala Kampung daan jajarannya. 

Pemalangan dilakukan dengan cara manaruh sebatang pohon di tengah jalan. 

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Y Harikatang menuturkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.55 WIT. Aksi ini dipimpin oleh Ketua RT 5, Kompleks Wamena Barat, Samin Komba. Akibatnya aktifitas masyarakat yang hendak melintas terganggu. 

"Kami bersama tokoh gereja dan tokoh masyarakat dan anggota Polres Mimika langsung mendatangi tempat kejadian dan meminta membuka palang," kata Kapolsek melalui pesan singkat yang diterima seputarpapua.com, Kamis. 

iklan_lokal_dalam_berita

Lanjut Harikatang, masyarakat yang melakukan pemalang kemudian diminta untuk menyampaikan permasalaahannya di balai Kampung yang juga dihadiri oleh sekretaris kampung. 

Dalam proses mediasi tersebut, Sekretaris Kampung Bhintuka, Marcel menjelaskan, sejumlah program fisik yang menggunakan DD, yakni normalisasi sungai, pengadaan seragam sekolah SD, ditambah dengan kegiataan non fisik berupa pembelian tangki semprot pertanian.

"Selain itu, digunakan untuk pembuatan empat unit WC di RT 5, kompleks Wamena Barat dan membeli meteran listrik," terangnya.

Ditambah dengan pembayaran insentif para kepala suku dan tokoh masyarakat, termasuk Linmas dan Babinsa.

Pada mediasi tersebut, masyarakat yang melakukan pemalangan meminta agar pengerjaan MCK dikerjakan oleh orang asli Papua.

Atas permintaan itu, Sekretaris Kampung menyampaikan, untuk permasalahan DD, ia tidak pernah mengintervensi, semuanya diurus oleh Primus, selaku Bendahara dan pelaksana anggaran. Sedangkan soal pegawai yang kerja di MCK juga urusan Pak Primus.

"Ini hanya terjadi kesalahpahaman dan miss komunikasi sehingga timbul masalah sedikit. Tapi sudah selesai dan semua sama-sama memahami tinggal dijalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan," terangnya.

"Kalau ada pemalangan lagi, maka akan kami tindak tegas sesuai aturan yang ada. Dan itu kami tekankan kepada masyarakat," tuturnya Kapolsek. 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar