00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

KKSB Diduga Masih Berkeliaran di Perkampungan Tembagapura

TIMIKA | Puluhan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) diduga hingga kini masih berada di perkampungan distrik Tembagapura, Mimika, Papua. 

Kelompok sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu memasuki kampung Jagamin dan kampung Baluni, distrik Tembagapura, Selasa (18/2) lalu. Mereka sempat menyandera tiga orang guru disana.

"Kami perkirakan mereka (KKSB) masih ada disana. Namun mereka dinamis, selalu bergerak. Mereka juga bisa berbaur dengan masyarakat," kata Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan di Timika, Kamis (27/2).

Para guru ketika itu melihat sekitar 50an orang KKSB memasuki perkampungan. Mereka mencari masyarakat sipil non Papua kemudian menemukan ketiga guru dan menyanderanya di kampung Baluni.

iklan_lokal_dalam_berita

Ketiga guru melihat secara langsung sejumlah KKSB menenteng senjata api laras panjang ketika memasuki kampung Jagamin dan kampung Baluni. 

"Ada beberapa pucuk senjata api, namun tidak bisa dipastikan jumlah dan jenis senjatanya," kata Dandim. 

Meski begitu, Dandim memastikan situasi secara umum telah kondusif pasca evakuasi tiga guru yang disandera di kampung Baluni melalui Lapangan Terbang di Arwanop. 

"Namun kami tetap memantau dan memonitor adanya pergerakan kelompok KKSB dari Ugimba – Intan Jaya menuju ke Tembagapura, salah satu jalurnya melalui Arwanop," katanya.

Dandim juga memastikan tidak ada penambahan personel pengamanan dari luar ke Mimika pasca insiden penyanderaan guru. 

"Tetap menggunakan Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) yang sudah tergelar saat ini," ujarnya. 

Disamping itu, lanjutnya, tidak ada operasi khusus untuk melakukan pengejaran KKSB, melainkan mengoptimalkan Satgas Pamrahwan yang sudah tergelar di daerah rawan dan jalur perlintasan KKSB.

"Ini hal yang tidak perlu kita khawatirkan, namun perlu kita antisipasi dalam rangka mewujudkan pengamanan wilayah di Kabupaten Mimika," jelasnya. 

Tiga guru di SD Inpres Baluni yang sempat disandera, yakni Eustakhius Lefteuw,  Agustinus Sere, dan Bonifantura Pakairuru, telah dievakuasi menggunakan Helikopter Bell milik Polri ke Timika, Rabu (26/2). 

Pada April 2018 lalu, 15 guru juga dilaporkan sempat disandera KKSB di Arwanop, Distrik Tembagapura. Tragisnya, satu diantaranya diperkosa dan lainnya dianiaya.

Kasus 2018 tersebut menjadi perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kala itu, Muhadjir Effendy. Para guru korban penyanderaan lantas mendapat bantuan. 

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar