Kapolres Sebut Penyelematan Tiga Guru di Tembagapura Berkat Bantuan Tokoh Masyarakat

AKBP I Gusti Gde Era Adhinata

TIMIKA | Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan, keberhasilan proses evakuasi tiga guru SD Inpres Baluni yang disandera Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) pimpinan Gusbi Waker, di Kampung Jagamin, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua berkat upaya tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) setempat.

Mereka sempat menyembunyikan tiga guru itu sebelumnya akhirnya di evakuasi dengan Helikopter Polri. 

Kata Kapolres, dari hasil keterangan para guru, awalnya pada 15 Februari 2020 di kampung tersebut dilakukan acara pesta panen jagung. Mereka ikut terlibat dan berbaur dengan masyarakat merayakan pesta panen jagung itu.

"Kemudian, selang beberapa waktu sekelompok orang dari KKSB datang dan langsung menghentikan pesta. Mereka langsung mengamankan tiga guru ke balai kampung," kata Kapolres di ruangannya, Kamis (27/2).

Menurutnya, selama dua hari dalam penyanderaan, KKSB ini tidak melakukan tindakan apapun. Namun handphone milik para guru ini diambil.

Tomas dan Toga setempat langsung berupaya menyelamatkan ketiga guru ini dengan cara disembunyikan selama tiga hari, sebelum di evakuasi.

"Setelah diamankan selama tiga hari di salah satu tempat, ketiga guru ini kemudian dievakuasi dengan menggunakan helikopter milik Polri. Dan sekarang ini mereka sudah ada di Timika," katanya.

Kata Kapolres, dengan adanya upaya atau tindakan yang dilakukan oleh tomas dan toga ini, menunjukkan kalau masyarakat sangat resah dengan keberadaan KKB.

Apalagi tiga guru ini memiliki tugas mulia, yakni mencerdaskan anak-anak yang di kampung demi kemajuan kampung tersebut. 

"Masyarakat sangat resah dengan keberadaan KKSB. Karena masyarakat tidak bisa melaksanakan aktifitas seperti biasa, baik itu berkebun, bersekolah, dan lainnya," terangnya.

Oleh karena itu, sebagai aparat keamanan, pihaknya akan terus berupaya menciptakan kamtibmas di Tembagapura kondusif. Apakah itu dengan penegakan hukum ataupun lainnya.

"Kami akan terus bersinergi dengan pihak lainnya untuk menangani keamanan di Tembagapura. Dan kami tidak ingin kejadian 2017 lalu terjadi lagi," tuturnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar