Sopir Truk di Dogiyai Tewas Dianiaya Massa Viral di Medsos, Polda Papua Kirim Tim

PENGANIAYAAN | Polisi berupaya melindungi korban saat dianiaya oleh sekelompok massa di Jalan Trans Nabire-Paniai pada Minggu (23/2) siang. (Foto: Capture Video)

JAYAPURA |  Sebuah video penganiayaan berdurasi kurang lebih lima menit mendadak viral di media sosial (medsos).

Dalam video itu, tampak seorang sopir truk dianiaya sejumlah massa menggunakan kayu dan sejumlah alat tajam, meski sudah dilindungi polisi. 

Akibat penganiayaan tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban yang bernama Yus Yunus (26) dianiaya karena diduga menabrak seekor babi, dan seorang warga di Jalan Trans Nabire-Paniai, tepatnya di Kabupaten Dogiyai pada Minggu (23/2) siang. 

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyesalkan kejadian tersebut. 

Kapolda berencana untuk menurunkan tim guna melakukan penyidikan dan mencari fakta kejadian sebenarnya.

“Saya sudah mendapat informasi terkait kejadian tersebut dan kita sangat sesalkan kejadian itu. Tidak seharusnya warga main hakim sendiri, seharusnya diserahkan kepada aparat kalau memang korban ini salah,” ujar Paulus di Jayapura, Kamis (27/2).

 

alt text

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw

 

Menurut Paulus, korban dianiaya karena dicurigai menabrak seorang warga setempat yang menyebabkan meninggal dunia, namun faktanya salah sasaran.

“Korban ini dicurigai melakukan tabrak lari terhadap korban, tapi ternyata bukan dia (sopir truk). Jadi kita akan turunkan tim untuk menyelidiki dan mencari fakta kejadian ini. Apabila ditemukan fakta lain, maka para pelaku penganiyaan harus diproses hukum,” tegasnya.

Disinggung adanya pembiaran yang dilakukan anggota polisi saat penganiayaan tersebut, Paulus mengaku akan menindak tegas anggotanya yang tidak melindungi korban sehingga dianiaya hingga tewas.

“Seharusnya mereka (polisi) bisa melindungi korban karena sudah dalam pengawasan  kepolisian. Tapi ini juga situasional, jadi kita akan periksa anggota kita juga,” akunnya.

“Harusnya jika korban sudah dalam lindungan kepolisian, maka warga juga harus menahan diri, karena jika aparat mengambil tindakan tegas, pasti ada korban jiwa dari warga,” tambah Paulus. 

Saat ini, sopir truk yang menjadi korban penganiayaan di Jalan Trans Nabire-Paniai sudah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat untuk dimakamkan.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar