00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Seorang Bapak di Timika Tega Cabuli Anak Kandungnya Hingga Berkali-kali

Ilustrasi

TIMIKA | Entah apa yang merasuki NS (35), seorang bapak yang tega mencabuli Mawar (14, nama samaran) yang merupakan anak kandungnya sendiri. Mawar sendiri masih berstatus sebagai siswi di salah satu SMP di Kota Timika.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi mengatakan, aksi bejat pelaku yang merupakan karyawan PT Pangan Sari Utama (PSU) terjadi sekitar tahun 2018 lalu. 

"Atas laporan tersebut, kami sudah memanggil pelaku untuk diperiksa. Dan sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka,"kata Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Jumat (28/2).

Kasat Reskrim menjelaskan, awal tindakan bejat pelaku ini terjadi pada 2018 lalu di rumahnya yang berada di Timika Indah.

iklan_lokal_dalam_berita

Pada saat itu dalam suatu kondisi tertentu, pelaku hanya meraba-raba korban. Namun karena pelaku sudah dipengaruhi minuman keras (miras), pelakupun lantas menyetubuhi korban yang merupakan anak kandungnya sendiri. 

"Memang awalnya hanya pegang, tapi karena dipengaruhi miras, maka pelaku mencabuli korban," katanya.

Pelaku kemudian mengancam korban agar korban tidak memberitahu kejadian itu kepada siapapun, termasuk ibu kandungnya yang berada di luar kota.

Korban sendiri tinggal bersama bapak kandungnya (pelaku) dan ibu tiri. Sementara ibu kandung korban berada di luar Mimika sehingga dengan ancaman tersebut, korbanpun takut.

"Karena ketakutan, maka aksi bejat pelaku terus terjadi dan berulang-ulang. Dimana setiap dia (pelaku) pulang kerja selalu menyetubuhi korban," terangnya.

"Kemungkinan korban sudah tidak tahan lagi dengan tindakan pelaku, kemudian melaporkan kejadian itu ke ibu gurunya dan meminta untuk tinggal bersama ibu gurunya tersebut," tambahnya. 

"Ibu guru itu kemudian menghubungi Ibu korban dan menyampaikan tindakan bejat ayahnya itu. Ibu kandung korban lantas menghubungi saudaranya untuk mengambil korban dan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," ujarnya.

Saat ini pelaku sudah kita amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dimana tersangka sendiri kita jerat dengan pasal 81 Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar