00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Penggunaan Dana Desa 2019 di Kampung Yaraya dan Hoeya Diselidiki Polisi

Ilustrasi

TIMIKA | Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika tengah menyelidiki dua kampung di Kabupaten Mimika, terkait penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019.

Dua kampung ini yaitu, Kampung Yaraya, Distrik Amar dan Kampung Hoeya, Distrik Hoeya.

Kasat Reskrim AKP M Yusuf Hanafi mengatakan, terkait dengan atensi dari pimpinan untuk melakukan penyelidikan terhadap penggunaan DD dengan target dua kasus, maka Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap dua kampung.

Dua kampung ini diindikasikan kuat melakukan penyalahgunaan DD, yang tidak sesuai keperuntukannya.

iklan_lokal_dalam_berita

"Kampung Yaraya dan Hoeya ini diindikasikan kuat tidak menggunakan DD sesuai peruntukannya. Apakah itu dipergunakan sendiri atau bagaimana masih dalam penyelidikan, maka tunggu hasilnya," kata Hanafi di ruang kerjanya, Jumat (28/2).

Kata dia, untuk jumlah besaran kerugiannya belum diketahui, namun penyelidikan sudah jalan dan akan diproses cepat, sehingga bisa dinaikkan ke penyidikan.

"Kalau sudah naik ke penyidikan, maka kami nantinya akan koordinasi dengan inspektorat. Namun itu menunggu semuanya sudah lengkap," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk kasus ini sudah lebih dari tiga saksi yang dimintai keterangan, termasuk dua kepala kampung tersebut. 

Tetapi, pihaknya belum mengamankan barang bukti terkait kasus ini, dan masih memeriksa berkas-berkas yang ada.

"Status pihak yang diperiksa masih saksi. Dan saksi yang sudah diperiksa lebih dari tiga orang. Nanti kalau sudah ada hasil dari kerugian negara, maka akan kami tetapkan sebagai tersangka," tuturnya.

Perlu diketahui, DD di tahun anggaran 2019 yang diterima oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) sebesar Rp146 miliar. 

Dari besaran tersebut dibagikan kepada 133 kampung, dengan sistem pencairan tiga tahap, yakni tahap pertama dan kedua 40 persen. Sedangkan tahap ketiga sebesar 20 persen. 

Terkait pemeriksaan penggunaan DD oleh pihak kepolisian ini, Kepala DPMK Mimika, Michael R Gomar pernah mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Polres Mimika terkait penggunaan DD, dan sudah ada beberapa kampung yang diperiksa.

Namun, untuk berapa jumlah kampung yang sudah diperiksa belum mengetahui. Karena pihaknya hanya mendukung data yang dibutuhkan oleh kepolisian.

“Yang jelas, pemeriksaan ini, jadi pembelajaran kepala kampung. Agar, DD digunakan sesuai aturan,” katanya.

Menyangkut pengawasan penggunaan DD, DPMK sangat berharap kepada kepala distrik. 

“Tugas pembinaan dan pengawasan, melekat langsung ke  kadistrik. Sesuai dengan UU nomor 6 tahun 2014, Permendagri, dan Permendes,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap kepada kepala distrik karena anggaran untuk melakukan verifikasi terhadap penggunaan DD di lapangan terbatas. Walaupun tahun lalu ada, tetapi tidak bisa mencapai semuanya khususnya pegunungan.

“Karenanya, kami hanya memverifikasi bukti atau dokumen penggunaan DD. Dan laporan yang masuk, sebagai pencairan tahap berikutnya. Ini karena, DD dicairkan dalam tiga tahap,” terangnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar