Komnas HAM Investigasi Tewasnya Sopir Truk Dianiaya di Depan Polisi

Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey. (Foto: Sevianto/SP)
Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Komnas HAM menginvestigasi peristiwa tewasnya sopir truk Yus Yunus yang dianiaya massa di depan polisi saat laka lantas di Kabupaten Dogiyai, Papua, Minggu (23/2).

Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey di Timika, Sabtu (29/2), mengatakan brutalisme yang dilakukan sekelompok massa terhadap sopir asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat Yus Yunus itu adalah tindakan kriminal.

“Karena itu, penegakan hukum menjadi satu cara membuktikan kasus itu,” kata Frits yang akan turun memimpin tim investigasi berangkat ke Dogiyai melalui Timika. 

Komnas HAM, kata Frits, sementara menyoroti tindakan penganiayaan secara sadis terhadap korban hingga tewas di depan polisi selaku aparat penegak hukum. 

“Pertanyaannya adalah ada polisi di situ. Lalu orang ini bisa dianiaya di depan polisi. Ini yang sedang diinvestigasi oleh Komnas HAM untuk memastikan,” katanya.

Meski begitu, Komnas HAM masih mendalami kasus ini secara utuh guna memberikan rasa keadilan dan rasa kemanusiaan terhadap korban.

“Kenapa orang ini bisa tewas di depan polisi. Apakah polisi tidak bisa mengimbangi massa, kami masih investigasi secara utuh,” jelas Frits. 

Frits memberikan pesan kemanusiaan kepada seluruh masyarakat di Dogiyai maupun di luar Dogiyai dan Papua, untuk senantiasa menahan diri dan memberikan kesempatan kepada pihak berwajib. 

“Tentu kita berharap polisi memiliki kemampuan yang cukup untuk mengungkap dan penegakan hukum menjadi satu cara yang baik,” tuturnya.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, kasus ini awalnya murni laka lantas tunggal yang menewaskan Demianus Mote (37) setelah menabrak ternak babi. 

Akan tetapi, kata Kapolda, masyarakat dan keluarga korban laka lantas salah sangka hingga melakukan aksi main hakim sendiri dengan menganiaya sopir truk Yus Yunus yang kebetulan melintas. 

“Ini murni laka lantas tapi karena salah tafsir, salah duga oleh masyarakat, sehingga terjadi aksi main hakim sendiri,” katanya.

Kapolda Waterpauw akan turun langsung ke Dogiyai untuk melihat persoalan lebih dekat, dan menyelesaikan kasus itu bersama semua pihak di sana. 

“Bupati Dogiyai, Wakil Bupati Nabire bersama Kapolres sudah berada di sana dan sudah mengeluarkan rilis tentang kejadian itu,” kata Kapolda yang dijadwalkan bertolak ke Dogiyai, Minggu (1/3) besok.

Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar