Soal Kasus Dogiyai, Kapolda Papua: Tujuh Anggota Disanksi Jika Terbukti Lalai

TINJAU TKP | Kapolda Papua mendatangi TKP kecelakaan berujung penganiayaan di Dogiyai, Minggu (1/3/2020). (Foto: Dok Humas Polda Papua).

TIMIKA | Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memastikan tujuh anggotanya bakal disanksi jika terbukti lalai soal kasus penganiayaan sopir truk hingga tewas di Dogiyai. 

Propam Polda Papua telah memeriksa ketujuh anggota tersebut, sebab mereka berada di lokasi kejadian laka lantas ketika sopir truk Yus Yunus dianiaya hingga tewas. 

“Khusus untuk anggota yang ada di TKP, tujuh orang itu, kami sudah periksa mereka,” kata Irjen Paulus Waterpauw di Timika, Sabtu  (29/2).

Irjen Waterpauw menegaskan, ketujuh anggota tersebut tentu saja akan diberi sanksi jika terbukti lalai dan tidak menolong korban yang tewas dianiaya di depan mereka.

“Prinsipnya kalau mereka lalai juga, tidak segera menolong korban, itu ada sanksinya. Tapi oke, semua saya yang tanggungjawab,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Waterpauw mengatakan kasus ini murni laka lantas. Hanya saja, masyarakat salah menduga hingga main hakim sendiri, melakukan penganiayaan salah sasaran.

Untuk itu, Ia memastikan para pelaku penganiayaan akan diproses hukum meski harus berhati-hati dan membutuhkan pendalaman karena melibatkan massa.

“Itu tugas kami untuk melakukan penegakan hukum nanti. Kami mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri lagi,” katanya.

Waterpauw bersama rombongan, Minggu (1/3), telah mendatangi langsung lokasi kejadian laka lantas berujung penganiayaan di jalan raya Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

Ia menerima penjelasan sesuai hasil olah TKP, bahwa benar telah terjadi kecelakaan ganda (laka tunggal lalu korban terserempet mobil truk) pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 di lokasi tersebut. 

Baca juga: Kapolda Papua Temukan Fakta Kecelakaan Berujung Penganiayaan Brutal di Dogiyai

Setelah kecelakaan, sekelompok massa datang di lokasi kejadian dan mengira jika korban tewas akibat terlindas trus yang dikemudikan Yus Yunus. 

Massa kemudian melakukan aksi main hakim sendiri dengan menganiaya Yus Yunus hingga tewas. Ironisnya, kekerasan itu terjadi di depan tujuh anggota polisi yang berada di lokasi kejadian saat itu.

Polisi mengklaim bahwa memang situasi ketika itu diluar kendali karena massa justru semakin beringas begitu polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Menurut penjelasan Kapolsek Kamu, massa bahkan sudah tidak menghiraukan senjata aparat. Beberapa warga malah mencoba mendekati anggota Brimob untuk mengincar senjata laras panjang yang dibawanya.

Waterpauw mengakui, wilayah Polsek Kamu di Dogiyai masih di bawah Polres Nabire sehingga memang cukup sulit untuk perkuatan personel dalam waktu singkat mengingat jaraknya cukup jauh. 

“Satu posisi Dogiyai masuk Polres Nabire, sementara dari Nabire menuju Dogiyai itu butuh 6-7 jam perjalanan. Jadi perbantuan kami itu memang sangat sulit,” ungkap Kapolda.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar