00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Tolak Penetapan Bupati Sebagai Tersangka, Warga Rusak Kantor Bupati Waropen

AKSI MASSA | Massa saat melakukan pengrusakan dan pembakaran kantor pemerintah di Kabupaten Waropen (Foto: Ist/SP)

JAYAPURA | Tidak terima Bupati Waropen, Yeremias Bisai ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua pada Kamis (5/3) kemarin. 

Puluhan massa pendukung Bupati Waropen, Yeremias Bisai melakukan aksi pengrusakan dan pembakaran sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Waropen, Jumat (6/3) pagi.

Massa pendukung datang dengan membawa alat tajam berupa panah, parang dan alat tajam lainnya. 

Mereka melampiaskan kekecewaanya dengan merusak dan membakar gedung kantor BPKAD, Kantor Wakil Bupati dan Kantor Bupati.

iklan_lokal_dalam_berita

Aparat kepolisian Polres Waropen yang diterjunkan menghimbau warga untuk menghentikan aksi tersebut, namun massa tidak mengindahkan himbauan polisi.

Massa sempat bersitegang dengan aparat kepolisian sehingga polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk meredam suasana.

“Yang menjadi sasaran masa dalam aksi ini adalah kantor bupati yang merupakan pusat pemerintahan. Dan yang parah adalah kantor BPKAD dan Kantor Wakil Bupati karena selain dirusak, masa juga berusaha untuk membakar kedua gedung itu,” kata Kapolres Waropen, AKBP Suhadak, Jumat siang.

Kapolres mengaku, pihaknya sudah berusaha menengahi dan meminta masa untuk mundur, namun massa tetap melakukan aksi pengrusakan dan pembakaran.

“Aksi ini sudah direncanakan sehingga mereka ini datang dengan membawa alat tajam berupa parang, panah, besi dan bahan bakar untuk membakar kantor pemerintahan. Namun karena kesigapan anggota, api berhasil kita padamkan dan tidak menyebar,” terangnya.

Kapolres menambahkan, aksi massa tersebut berhasil diredakan setelah ia memberi penjelasan kepada massa terkait situasi hukum yang dialami oleh Bupati Yermias Bisai.

“Untuk meredam aksi massa ini, kita berusaha melakukan pendekatan dengan masa dan memberikan pemahaman dan pengertian kepada massa dan akhirnya mereka menghentikan aksinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Waropen Yeremias Bisai ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Papua atas dugaan kasus gratifikasi sebesar Rp 19 milliar yang diterima dalam 10 tahun terakhir saat menjabat sebagai Wakil Bupati, Pelaksana Tugas Bupati hingga Bupati Definitif Waropen.

 

Reporter: Fnd
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar