00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Satu Pelaku Pengrusakan Kantor Bupati Waropen Ditahan, 13 Dalam Pengejaran

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab meninjau langsung kantor pemerintahan yang dirusak massa. (Foto: Istimewa/SP)

JAYAPURA | Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab meninjau langsung kantor pemerintahan Kabupaten Waropen yang dirusak massa pada Jumat (6/3) lalu.

Usai meninjau kantor pemerintahan Waropen, Senin (9/3), Irjen Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh ratusan massa tersebut merupakan aksi yang sudah direncanakan.

“Kami lihat massa hanya melakukan pengrusakan dan usaha pembakaran, sementara barang inventaris daerah tidak ada yang dirusak atau diambil oleh massa. Aksi pengrusakan dan pembakaran ini bukan tindakan spontanitas, tapi sudah direncanakan atau terorganisir,” kata Waterpauw. 

Untuk itu, kata Kapolda, pihaknya akan melakukan penindakan hukum terhadap pelaku pengrusakan tersebut.

iklan_lokal_dalam_berita

“Hari ini kami berhasil menahan satu pelaku yang merupakan penggerak massa atau Koordinator Lapangan (Korlap) pengrusakan dan pembakaran,” terangnya.

Selain itu, pihak kepolisian Polres Waropen sementara mengejar 13 orang lainnya yang juga sebagai pelaku pengrusakan.

“Masih ada 13 orang yang diburu, mereka sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisian. Jadi kita tetap melakukan penindakan hukum, siapa yang berbuat harus bertanggung jawab,” tegas Waterpauw.

“Sudah ada sekitar 8-9 orang saksi yang sudah diperiksa dan selanjutnya kita kejar para pelaku pengrusakan,” sambungnya.

Kapolda menambahkan, pasca-kejadian pengrusakan tersebut, saat ini aktivitas pemerintahan dan perekonomian masyarakat sudah berjalan normal.

“Saat ini semua aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian dan pemerintahan sudah berjalan normal, tidak perlu ada yang ditakutkan. Untuk pengrusakan ini serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini. Sementara pemerintah tetap beraktivitas seperti biasa,” pungkas kapolda.

Sebelumnya pada Jumat (6/3) pagi, ratusan massa pendukung Bupati Waropen, Yeremias Bisay melakukan perusakan dan pembakaran terhadap kantor Badan Kepegawaian Daerah, Kantor Wakil Bupati dan Kantor Bupati.

Perusakan ini dilakukan karena massa tidak menerima penetapan Bupati Waropen Yeremias Bisay sebagai tersangka gratifikasi sebesar Rp19 milliar yang diterima saat menjabat sebagai wakil bupati, pelaksana tugas hingga bupati devenitif.

Reporter: Fnd
Editor: Sevianto

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar