Bidang Infrastruktur PB PON Data Kekurangan Venue Olahraga di Timika

TINJAU | Bidang Infrastruktur PB PON meninjau pembangunan venue biliar di Timika. (Foto: Anyafatma/SP)

TIMIKA | Bidang Infrastruktur PB PON Papua saat ini tengah melakukan pendataan kekurangan-kekurangan pada venue olahraga di Kota Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua. 

Pendataan yang dilakukan mulai Rabu (11/3) sampai Kamis (12/3), antaralain di Mimika Sport Compleks (MSC), lahan parkir pengunjung, venue panjat tebing, venue aero modelling di SP V.

Kemudian Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika,  Lanud Yohanis Kapiyau dan Stadion Imipi Wania, venue judo di gedung Eme Neme Yauware dan Pembangunan Venue Biliar di SP V. 

Bidang infrastruktur ini terdiri dari anggota Komisi IV DPR Papua, Bidang Bina Marga dan Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Papua dan Bappeda Provinsi Papua.

Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan, untuk persiapan dan kesiapan venue, ada beberapa item yang harus disiapkan baik oleh Pemerintah Kabupaten Mimika maupun Pemerintah Provinsi Papua.

"Jadi bidang infrastruktur ini turun untuk melihat kekurangan-kekurangan yang ada di kabupaten Mimika," katanya kepada Seputarpapua.com di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (12/3).

Dijelaskan, seperti pembangunan venue biliar dan lahan parkir dibangun oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Katanya, kekurangan yang dilihat tidak hanya untuk kesiapan lapangan, tetapi juga kebutuhan pendukung lain didalam hingga diluar lapangan seperti drainase, toilet dan air bersih.

Pada saat peninjauan venue, ditemukan ada sejumlah venue yang barus mulai mengerjakan tempat parkir dalam hal ini penimbunan.

"Kita lihat baik itu lapangannya sudah siap tapi MCKnya tidak ada, atau tempat parkirnya sudah siap tapi keamanannya belum," tutur Thom.

Katanya, meskipun ada venue yang dibangun Pemkab Mimika, adapun bagian penataan ruang dari Dinas PU provinsi yang menyiapkan beberapa kebutuhan pendukung lainnya.

"Sehingga kita datang ini tujuannya kita cek langsung persiapan PON ini kekurangannya yang mana yang dikerjakan oleh kabupaten, yang mana dikerjakan provinsi dan juga pusat yang mana," jelas Thom.

Meski ada beberapa kekurangan pada setiap venue, Thom tetap mengapresiasi kesiapan dari Klaster Mimika yang dinilai sudah sangat siap.

"Untuk fisiknya kami apresiasi bahwa Mimika sudah siap, tapi kekurangan-kekurangan yang seperti toilet, drainase, air bersih itu memang perlu kita lengkapi," tuturnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi dan juga Kabupaten harus berkoordinasi untuk segera menyelesaikan kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga pada pelaksanaan PON nanti tidak ada keluhan-keluhan dari semu orang yang datang.

"Sehingga kesiapan PON itu jangan sampai ada yang tertinggal, karena ini bukan hanya 1 provinsi yang datang tapi ini 37 provinsi yang datang sehingga jangan sampai ada yang mengeluh kekurangan-kekurangan," ungkapnya.

Hasil dari peninjauan ini akan segera dilaporkan ke panitia untuk bagaimana segera dianggarkan untuk dikerjakan.

"Menurut saya seperti timbunan itu tidak makan biaya dan waktu, MCK juga tidak bangun besar-besar jadi butuh waktu lama, drainase juga tidak terlalu lama," 

"Fisik ini kita kejar supaya bisa cepat selesai, yang sudah di tender kita minta cepat kerja, belum tender kita minta juga cepat," tambah Thomas.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Sevianto

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar