11 Kelurahan di Distrik Mimika Baru Terima Dana Masing-masing Rp455 Juta

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyerahkan anggaran untuk tiga kegiatan kepada kepala Kelurahan, Rabu (11/1/2023). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyerahkan anggaran untuk tiga kegiatan kepada kepala Kelurahan, Rabu (11/1/2023). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Pemerintah Distrik Mimika Baru (Miru), Kabupaten Mimika, Papua Tengah menyerahkan dana ratusan juga kepada 11 kelurahan di wilayahnya untuk dikelola.

Penyerahan dana dilakukan secara langsung oleh Plt Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob kepada para Kepala Kelurahan bertempat di halaman Kantor Kelurahan Sempan, Timika, Rabu (11/1/2023).

Kepala Distrik Mimika Baru, Dedi Damhudi Paokuma dalam laporannya menjelaskan, di tahun 2022 pihaknya mengucurkan dana operasional untuk 11 kelurahan dengan total Rp2,2 miliar untuk 1 tahun. Setiap kelurahan mendapatkan sebesar Rp200 juta.

Selain itu terdapat anggaran kebersihan sebesar Rp2,35 miliar per 1 tahun yang dibagi kepada tiap kelurahan sebesar Rp185 juta untuk dikelola.

Pada tahun itu juga, Pemerintah Distrik Mimika Baru telah menyerahkan 11 unit sepeda motor tiga roda, satu set laptop dan printer untuk memenuhi fasilitas kelurahan, dan tiga alat perekaman adminduk untuk tiga kelurahan, masing-masing Dingo Narama, Sempan dan Kwamki.

Di tahun 2023 ini, kata Dedi, anggaran operasional dan kebersihan masih sama, namun terdapat penambahan anggaran untuk pelaksanaan musrenbang. Sebab menurut dia selama ini kelurahan tidak pernah mengadakan musrenbang, sehingga di tahun ini hal itu akan dilaksanakan di tingkat kelurahan.

Karena itu juga pada tahun ini dana yang diberikan kepada 11 kelurahan masing-masing mendapatkan sebesar Rp200 juta untuk anggaran operasional, Rp185 juta untuk anggaran kebersihan, dan Rp70 juta untuk anggaran musrenbang. Sehingga ditotal tiap kelurahan mendapatkan Rp455 juta untuk 1 tahun anggaran.

Bahkan tahun ini juga Pemerintah Distrik Mimika Baru menambah motor tiga roda sebanyak 11 unit untuk pembersihan lingkungan, 11 pos siskamling, dan pembuatan tapal batas di 11 kelurahan dan dua kampung.

“Ini semua dikelola langsung oleh kelurahan. Semua kami lakukan dengan tujuan meningkatkan pelayanan yang ada di distrik, kampung dan kelurahan,” kata Dedi.

Di Distrik Mimika Baru juga telah ada aplikasi ‘Tanya Pak Distrik”. Aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan adminduk kamtibmas, kebersihan lingkungan, maupun pelayanan lain-lainnya di Distrik Mimika Baru.

Tak hanya itu, Distrik Mimika Baru juga mengeluarkan satu inovasi lain yaitu ‘Amole’. Amole merupakan aplikasi monografi secara elektronik yang bertujuan agar masyarakat bisa mengakses semua informasi monografi melalui gadget atau android masing-masing.

Sementara Plt Bupati Mimika Johannes Rettob pada kesempatan itu mengatakan bahwa, semua yang dilaksanakan di tingkat kelurahan diminta harus konsisten, dan hasil dari pelaksanaannya bisa betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya juga berharap agar nanti kedepan semakin banyak tugas, kita tidak boleh sentralisasi. Tugas ini kita serahkan, desentralisasi kewenangan kita agar semua pelayanan betul-betul ada di distrik. Tidak perlu hanya parit kecil saja di depan kantor dinas, hanya dinas PU yang urus,” katanya.

Selain itu, kedepan Pemerintah Distrik diberikan tugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Yangmana diharapkan nanti hal itu ada dalam perubahan anggaran.

Karena itu ia berpesan, jika nanti sudah menjadi KPA harus bertanggung jawab dan bekerja dengan hati.

“Saya juga berharap nanti batas kelurahan ini betul-betul diperbaiki, batas RT juga harus diperbaiki,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.