00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Dua Gudang Beras Toko Sinar Sulawesi Disegel Polres Mimika

SITA | Anggota Satreskrim Polres Mimika saat menyita beberapa barang bukti dari gudang beras (Insert: Polisi menyegel dua gudang milik Sinar Sulawesi). (Foto:Muji/SP)

TIMIKA | Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika, Jumat (13/3) melakukan penyegelan terhadap dua gudang beras Toko Sinar Sulawesi yang terletak di Jalan Hasanuddin, Mimika-Papua.

Penyegelan dilakukan sebagai tindaklanjut pengembangan kasus beras oplosan yang ditemukan di gudang Pelni (Mart) Logistics BUMN, salah satu anak perusahaan dari PT Pelni (Persero).

Selain menyegel gudang, anggota Satreskrim Polres Mimika yang dipimpin  Kasat Reskrim, AKP M Burhanudin Yusuf Hanafiah juga menyita beberapa barang bukti, seperti timbangan, karung beras, mesin jahit, plastik dan beras.

AKP M Yusuf Burhanudin Hanafi mengatakan, penyegelan gudang Toko Sinar Sulawesi dilakukan sebagai bentuk pengembangan kasus beras oplosan yang dilakukan oleh beberapa oknum pegawai di Pelni (Mart) Logistics BUMN.

iklan_lokal_dalam_berita

“Di Pelni (Mart) Logstic ada beras oplosan. Dimana beras yang tidak layak konsumsi setelah dibersihkan diganti dengan karung baru,” kata Kasat Reskrim di Jalan Hasanuddin.

Setelah dilakukan pemeriksaan bahwa karung beras tersebut didapatkan atau dibeli dari Toko Sinar Mas Sulawesi. 

Selanjutnya, pihaknya melakukan pengecekan dan ternyata dii gudang tersebut menyediakan karung beras berbagai merek. Serta, sistemnya sama dengan yang dilakukan di Pelni (Mart) Logistics.

“Sistem sama ini mengganti karung beras dari yang lama ke baru, merek yang ada kurang lebih ada lima jenis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beras yang didatangkan dari Makassar oleh pemilik Toko Sinar Sulawesi ke Timika, diganti karungnya sesuai kebutuhan masyarakat. 

Dalam arti, apabila masyarakat banyak membutuhkan beras jenis A, maka diganti karungnya. Namun isinya, yakni beras tidak berubah. Karenanya, selama pemeriksaan pihakhya melakukan penyegelan terhadap gudang.

“Kami akan memanggil pemiliknya untuk dilakukan pemeriksaan dan status menjadi saksi. Setelah itu digelar (perkara) untuk menetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Apabila terbukti bersalah, maka bisa dijerat dengan Undang undang nomor 18 tahun 2012, tentang pangan.

Reporter:  Mujiono
Editor: Misba Latuapo

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar