00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Senin, Warga Sentani di Mimika Aksi 1.000 Lilin Kenang Musibah Banjir Bandang

ILUSTRASI | Aksi bakar lilin warga Mimika menolak rasisme pada 19 Agustus 2019. (Foto: Dok/SP)

TIMIKA | Hampir setahun yang lalu, tepat pada 16 Maret 2019, bencana longsor dan banjir bandang meluluhlantahkan sebagian wilayah di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Bencana dasyat ini menelan sebanyak 112 korban jiwa, 350 rumah terseret air, 3 jembatan, 8 drainase, 4 jalan, 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, 104 ruko, pasar, dan berbagai fasilitas lainnya rusak berat. 

Mengenang setahun musibah tersebut, Pemuda Sentani Bersatu (PSB) dan Ikatan Kerukunan Keluarga Sentani (IKKS) Mimika, akan menggelar aksi 1.000 lilin pada Senin 16 Maret pukul 18.00 WIT di lapangan eks Pasar Swadaya (Pasar Lama) Timika. 

“Aksi 1000 Lilin ini untuk mengenang tragedi bencana banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019 yang lalu,” kata Ketua PSB Mimika Onny Yoku kepada Seputarpapua.com, Sabtu (14/3). 

iklan_lokal_dalam_berita

Onny Yoku mengatakan, aksi 1.000 lilin ini akan diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan bagi para korban meninggal dunia dalam musibah banjir bandang tersebut. 

“Pihak-pihak yang akan ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Bupati Mimika, PT. Freeport Indonesia, dan beberapa ormas serta komunitas motor yang ada di Mimika,” katanya. 

Menurut Onny, kegiatan ini juga sekaligus sebagai refleksi untuk mengingatkan setiap manusia agar senantiasa menjaga dan melestarikan hutan sehingga bencana serupa tidak terulang kembali.

Bencana banjir bandan ini terjadi setelah tingginya intensitas hujan dan diperparah dengan gundulnya Pegunungan Cycloops di Sentani. 

Cycloop termasuk cagar alam terbesar di Indonesia. Kawasan hutan ini memiliki luas 31.479,9 hektar. Perambahan hutan yang memicu banjir ini, diperkirakan telah berlangsung selama dua dekade.

BNPB menyebut pegunungan yang mestinya menjadi resapan air malah jadi pemukiman penduduk hingga pertanian. Memprihatinkan lagi, diduga terjadi pembalakan liar termasuk pemanfaatan kayu besi di gunung Cycloop. 

“Setiap manusia harus bisa menjaga dan melestarikan hutan di sekitaran kita, dengan tidak menebang pohon secara liar, dan bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Onny Yoku.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar