118 Sarjana Baru dari STIE JB Mimika Siap Diserap Lapangan Kerja dan Berkarya

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB) mewisuda 118 mahasiswa-mahasiswi program studi ekonomi di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua pada Selasa (24/5/2022). (Foto: STIE JB)
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB) mewisuda 118 mahasiswa-mahasiswi program studi ekonomi di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua pada Selasa (24/5/2022). (Foto: STIE JB)

TIMIKA | Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB) mewisuda 118 mahasiswa-mahasiswi program studi ekonomi di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua pada Selasa (24/5/2022).

Para lulusan ini terdiri dari Strata satu (S1) angkatan XVII dan Diploma tiga (D3) angkatan XIV.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu dalam wejangannya menyemangati para lulusan yang segera berhadapan dengan babak baru kehidupan sosial.

“Sebentar lagi kalian akan bergabung dengan masyarakat. Kalian akan bekerja atau membuka lapangan kerja. Jangan takut dan ragu,” ujar Mofu di hadapan wisudawan-wisudawati.

Fase baru ini, kata Mofu, merupakan tantangan sekaligus kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang selama ini diterima dari para dosen STIE JB.

Bagi Mofu, para lulusan prodi ekonomi ini merupakan ‘hadiah baru’ bagi Kabupaten Mimika. Sehingga penting bagi para stakeholder untuk memanfaatkannya, apalagi Mimika sedang dalam masa percepatan pembangunan.

“Kita tidak akan berhenti belajar selama kita hidup. Kita akan terus maju. Semakin kita tahu, semakin kita berkembang, maka kita akan semakin mencari tahu. Tidak akan habis masa itu,” tekan Mofu.

Ketua STIE JB, Tharsisius Pabendon menyebut, kampus yang dipimpinnya ini meluluskan 90 hingga 100an mahasiswa setiap tahun.

Para lulusan, terlebih yang diwisuda hari ini, menurut Pabendon harus benar-benar bermanfaat bagi masa depan.

“Mengapa? Karena sesungguhnya, ilmu yang tidak diamalkan hanyalah kesia-siaan. Ilmu yang tidak melahirkan kebaikan di masa depan, tidak layak dicita-citakan,” pesan Pabendon.

“Untuk itu saya berpesan kepada para lulusan. Utamakan karya daripada bicara. Berkaryalah dahulu, sebelum bicara,” tambahnya.

Lulusan terbaik STIE JB, Nesti Fani Rumengan dalam karya ilmiahnya menganalisis pendapatan usaha mikro di Mimika. Terlebih penelitian tersebut dilaksanakan di masa pandemi.

Hal ini sejalan dengan ucapan Mofu, yakni tenaga analisis dan perhitungan ekonomi di Mimika sudah saatnya dimanfaatkan.

Karya ilmiah Nesti bertajuk “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Perlakuan Pendapatan Penjual Tahu Sumedang” menarik kesimpulan bahwa meski di masa pandemi, daya beli masyarakat masih terjaga.

Hal ini tidak terlepas dari variabel peran penting menjaga stabilitas harga bahan pokok serta dukungan bagi UMKM.

“Ya saya berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Amin,” harap Nesti yang lulus dengan cum laude.

Tanggapi Berita ini
reporter : Yonri
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.