Guru Mogok Mengajar, Ratusan Pelajar SMPN 7 Timika Demo

Guru Mogok Mengajar, Ratusan Pelajar SMPN 7 Timika Demo
ket. Ratusan pelajar SMPN 7 Mimika ketika menggelar unjuk rasa di Bundaran Timika Indah.

TIMIKA I Ratusan pelajar SMPN 7 Timika, Papua berunjuk rasa di Bundaran Timika, Jalan Budi Utomo, Jumat (13/10/2017). Unjuk rasa dipicu akibat tidak adanya aktivitas belajar mengajar selama dua minggu dikarenakan puluhan guru di sekolah tersebut menggelar aksi mogok mengajar.

Ratusan pelajar ini nekat berunjuk rasa di Bundaran Timika Indah, meski diguyur hujan. Mereka awalnya melakukan long march dari sekolah, di Jalan Yos Sudarso, Nawaripi, dengan membawa sejumlah spanduk.
 
Mereka menuntut, Bupati Mimika Eltinus Omaleng segera  menyelesaikan konflik internal sekolah yang berdampak pada tidak terlaksananya kegiatan belajar mengajar sejak 30 September lalu.

Konflik internal dilatarbelakangi terbitnya nota tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kadispendasbud)  Mimika, Jenny O Usmany yang menugaskan Anton Karu untuk menjabat Kepala Sekolah (Kepsek)  Kepsek SMPN 7 Mimika menggantikan Bastiana Kareth. Padahal, Anton Karu diketahui masih menjabat sebagai Kepsek SMPN 6 Naina Muktipura di SP6.

Komite sekolah, kemudian menggugat keputusan Kadispendasbud, sehingga  pada 8 Maret lalu berlangsung pertemuan yang menghadirkan Bastiana Kareth, Anton Karu, Asisten IV Alfred Douw dan Sekretaris Daerah Ausilius You di Gedung Utama Kantor Sentra Pemerintahan SP3. Keputusannya, Bastiana Kareth dan Anton Karu diperintahkan kembali ke tempat tugas sebelumnya.

“Tanggal 9 Maret, Anton Karu bahkan sudah turun pamit kepada siswa dan guru SMPN 7,” kata Guru Bagian Kesiswaan Egidius Temorubun.

Seiirng berjalannya waktu, masalah baru muncul kembali saat terbit ijazah lulusan di sekolah tersebut. Nama Anton Karu yang tertera untuk menandatangani ijazah tersebut. Sementara orangtua siswa dan sebagian guru protes. Mereka menilai Bastiana Kareth yang seharusnya menandatangani ijazah tersebut.

IKLAN-TENGAH-berita

“Karena yang bekerja itu ibu Bastiana Kareth,” kata Egi.

Buntut dari konflik itu, 19 guru ASN dan lima guru honorer yang mendukung Anton Karu melancarkan aksi mogok mengajar sejak 30 September lalu. Akibatnya 572 siswa SMPN 7 Mimika jadi korban karena KBM tak lagi berjalan.

Akibat persoalan internal yang terjadi, ungkap Egi, Dispendasbud tak mencairkan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMPN 7 sejak Januari 2017.

“Apabila pernyataan sikap ini tidak ditindaklanjuti, maka kami akan kembali melakukan orasi yang melibatkan komite dan orangtua siswa SMPN 7 Mimika dalam jumlah yang besar,” kata Egi usai menyerahkan aspirasi pernyataan sikap kepada Kaur Binmas Polres Mimika, Ipda Paulus Tanderatu.(*ipa/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar