125 Orang Kembali Terjaring PSDD di Mimika, 16 Reaktif Rapid Test

PEMERIKSAAN - Suasana pemeriksaan rapid test antibodi Covid-19 yang dilaksanakan petugas kesehatan terhadap masyarakat yang terjaring pada saat PSDD. (Foto : Ist/SP)
PEMERIKSAAN | Suasana pemeriksaan rapid test antibodi Covid-19 yang dilaksanakan petugas kesehatan terhadap masyarakat yang terjaring pada saat PSDD. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Hari kelima pelaksanaan pembatasan sosial diperluas dan diperketat (PSDD), Senin (25/5), petugas kesehatan kembali memeriksa 125 orang pelanggar dan 16 di antaranya reaktif rapid test antibodi Covid-19.

“Dari 125 orang yang menjalani rapid test, 16 orang dinyatakan positif. Dan 16 orang itu sebagian diisolasi di shelter dan sebagian isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Covid-19 Mimika, Reynold Ubra, Senin (25/5) malam.

Ia menjelaskan, ke-16 orang reaktif rapid test tersebut masing-masing ditemukan satu ornag di pos pemeriksaan pertigaan Diana Supermarket, satu orang di pos pemeriksaan Kwamki Baru (pertigaan pom lama).

Kemudian, lima orang di pos pemeriksaaan Timika Mall, enam orang di pos pemeriksaan Puri Husada (persimpangan Jalan Budi Utomo-Hasanuddin), dan tiga orang di pos pemeriksaan KPPN Jalan Cenderawasih.

“Jumlah ini bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni 24 Mei 2020 sebanyak 302 orang yang diperiksa. Sehingga hanya separuhnya saja hari ini yang melakukan perjalanan,” jelasnya.

Reynold mengatakan, rata-rata lebih dari 100 orang per hari terjaring PSDD. Dari jumlah tersebut, lebih dari 10 persen ditemukan positif antibodi. Ia memprediksi sekitar dua orang di antaranya akan terkonfirmasi positif Covid-19 melalui metode PCR.

Dengan kondisi tersebut, Ia menilai bahwa masyarakat masih mengabaikan ketentuan sosial distancing, tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan pada saat beraktivitas di pagi hingga siang hari.

Hal ini, menurutnya, tentu saja sangat memberikan peluang penyebaran virus Covid-19, diantara orang-orang yang berada di satu lokasi, terutama di pasar, toko-toko maupun tempat-tempat umum lainnya.

“Hampir sebagian besar warga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan. Dengan gambaran tersebut, maka tidak ada lagi dapat melindungi diri,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, setiap orang bisa dengan mudah membawa virus Covid-19 pulang ke rumah dan menularkannya ke warga berisiko, yaitu orang lanjut usia yang berada di rumah.

“Kami harapkan kerjama sama semua pihak, dengan menghindari kerumunan massal, jaga jarak, menggunakan masker yang benar dan tepat, dan pola hidup bersih. Serta selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bagian wajah,” tuturnya.

Di samping itu, warga semestinya mematuhi instruksi Bupati Mimika nomor 4 tahun 2020, tentang pembatasan sosial. Dimana secara khusus tidak melakukan aktivitas di luar rumah setelah pukul 14.00 WIT.

“Kami harapkan pada pukul 13.00 WIT, seluruh aktivitas perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar sudah harus dihentikan. Sehingga pada waktu PSDD dilaksanakan, masyarakat sudah berada di dalam rumah,” imbuhnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Sevianto

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar