13 Tahun Berkiprah di Ajang Internasional, ASEAN Para Games 2022 Paling Tersukses Bagi NPCI Papua

Dapiel Bayage para-atletik Papua. (Foto: Official APG 2022)
Dapiel Bayage para-atletik Papua. (Foto: Official APG 2022)

JAYAPURA | Perhelatan multi iven Asean Para Games (APG) 2022 di Solo, Jawa Tengah merupakan ajang paling tersukses dan mencatatkan sejarah terbesar selama 13 tahun lamanya keikutsertaan atlet difabel Papua memperkuat kontingen Indonesia pada ajang Internasional antar negara se-Asia Tenggara tersebut.

“Memang benar ini adalah pencapaian terbaik Papua di ajang Internasional Asean Para Games di Solo kemarin. Kita atlet Papua bisa torehkan prestasi membanggakan untuk Indonesia,” kata Ketua Umum Nasional Paralympic Commitee Indonesia (NPCI) Provinsi Papua, H. Jayakusuma di Kota Jayapura, Kamis (11/8/2022).

NPCI Papua saat APG 2022 itu telah menurunkan 19 atlet terbaik mengikuti 8 cabang olahraga yakni sepakbola CP, blind judo, tenis meja, tenis lapangan kursi roda, bulu tangkis, panahan, renang, atletik, dan boccia. Pencapaian paling tersukses APG 2022 ini, berawal sejak tahun 2009 saat Malaysia, Kuala Lumpur tuan rumah dan kala itu kepengurusan olahraga bagi atlet kaum difabel masih dengan sebutan Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Papua, dan berganti menjadi NPCI Papua sejak keikutsertaan atlet Papua pada Asean Para Games Nyanmar tahun 2014.

“Kita awalnya ikut dari 2009 saat itu Malaysia, masih BPOC kala itu. Atlet Papua dipanggil waktu itu hanya di cabor renang, ada 2 atlet perkuat Indonesia, dan memang sejarah untuk Papua khususnya bahwa tersukses di APG 2022,” ujar Jayakusuma.

Ia akui pencapaian tersukses ini bukan tanpa sebab, lantaran pemanggilan atlet terbanyak dan para atlet bisa menyumbangkan 12 medali emas untuk Indonesia.

“Kenapa saya bilang paling tersukses kita Papua karena atlet kita di APG Solo ini yang paling banyak dipanggil total 19 atlet dan pencapaian membanggakan lagi, atlet-atlet kita ini bisa sumbangkan 33 medali bagi Indonesia,” tuturnya.

Pria yang jabat Sekdis Dispora Kota Jayapura ini mengharapkan pencapaian 33 total medali, terdiri dari 12 emas, 11 perak dan 10 perunggu dapat dijadikan semangat bagi atlet muda lainnya untuk berprestasi, baik di ajang Nasional dan Internasional.

“Kesuksesan kita meraih medali akan jadikan tolak ukur prestasi selanjutnya di Peparnas 2024 Aceh-Sumut. Apalagi kemarin kan kita tuan rumah dan jadi juara umum Peparnas 2021 lalu, sehingga prestasi di APG Solo, bagaimana mempersiapkan atlet dan mempertahankan juara umum kita yang sudah diraih. Pembinaan atlet akan rutin kita lakukan kedepan,” tandasnya.

 

reporter : Vidi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.