20.000 Anak Usia 6-11 Tahun di Mimika Jadi Target Vaksinasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika (Dinkes), Papua menargetkan 20.000 anak usia 6-11 tahun untuk divaksinasi.

Program Vaksinasi untuk anak sudah mulai dibuka, namun Dinkes berencana dilaksanakan serentak pada minggu depan.

“Rencananya minggu depan setelah kami bertemu dengan dinas pendidikan, yayasan, dan kami akan ada di sekolah-0sekolah,” jelas Kadis Kesehatan, Reynold Ubra kepada awak media, Rabu (26/1/2022).

Dijelaskan, komunitas sekolah yang menjadi sasaran adalah 6-11 tahun juga sekalogus 12-17 tahun, dengan jenis Vaksin Sinovac setengah dari dosis orang dewasa.

Selain bertemu dengan pihak Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Yayasan, Komite Sekolah, Dinkes juga akan bertemu dengan tokoh agama, tokoh pemuda, perempuan, dan tokoh masyarakat untuk menyamakan presepsi terkait pelaksanakan Vaksinasi kepada anak-anak.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, seperti tahun 2021 pelaksanaan Vaksinasi terpaksa dipercepat karena situasi Covid 19 yang meningkat sejak tahun 2020 dan awal tahun 2021, sehingga dianggap perlu untuk melalui proses sosialisasi.

“Masalah masalah ini belum dibicarakan secara baik sehingga persoalan terkait penerimaan, pemahaman masyarakat harus kita duduk bicara sama-sama supaya ini jangan jadi persoalan yang lama lagi yang harus ada di tahun 2022,” katanya.

Sementara itu, cangkupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 72 persen, dosis kedua 58 persen dan dosis ketiga (booster) untuk nakes masih rendah.

Untuk itu pihaknya yang berencana akan mempercepat vaksin booster pada kelompok TNI/Polri serta Swasta.

“Untuk booster kita masih menunggu logistiknya datang karena nanti ada Vaksin jenis Moderna,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, terjadi penumpukan masyarakat saat proses vaksinasi dan masyarakat menjadi kesulitan karena proses antrian.

“Pelayanan vaksinasi by sasaran itu harus dibuat eksklusif. Orang jangan menunggu,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.