20 Mahasiswa Wilayah Adat Saireri di Kota Jayapura Dinyatakan Reaktif Rapid Test

JAYAPURA | Sebanyak 400 masyarakat dan mahasiswa dari wilayah adat Saireri yang meliputi Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yepen, dan Waropen yang tinggal di Kota Jayapura, Papua mengikuti rapid test.

Dari hasil pemeriksaan cepat itu, 20 diantara dinyatakan reaktif.

“Setelah dilakukan rapid test 20 orang reaktif. Mereka ini besok akan dikarantina di Diklat yang sudah disediakan oleh pemerintah,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule kepada wartawan melalui keterangan pers, Jumat (22/5) malam.

Lanjut Sumule, semua yang dinyatakan reaktif ini selanjutnya akan dilakukan tes swab.

“Tes cepat secara massal di asrama Saireri ini adalah salah satu permintaan dari masyarakat dan mahasiswa sendiri. Jadi mereka yang meminta untuk dilakukan pemeriksaan dan itu sudah kita lakukan,” tambah Sumule.

Menurutnya, reaktif rapid test merupakan hal yang biasa karena belum tentu hasil swabnya posifit. Untuk itu, guna mengetahui lebih dini, besok akan lakukan pemeriksaan selanjutnya.

“Maksud dari karantina ini agar mencegah penularan secara lokal kepada keluarga, kerabat dan yang kedua kita pastikan bahwa selama proses penampungan ini mereka dijamin mendapat vitamin dan obat-obatan untuk memastikan bahwa hasil PCR nya negatif,” pungkas Sumule.

 

Reporter: Berti
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar