21 Anggota DPRD Mimika ikut Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SUASANA | Suasana sosialisasi vaksinasi yang diberikan petugas dari Dinas Kesehatan terhadap anggota DPRD Mimika. (Foto : Muji/Seputarpapua)
SUASANA | Suasana sosialisasi vaksinasi yang diberikan petugas dari Dinas Kesehatan terhadap anggota DPRD Mimika. (Foto: Muji/Seputarpapua)

TIMIKA | Sebanyak 21 Anggota DPRD Mimika, Provinsi Papua mengikuti sosialisasi penyuntikan vaksin Covid-19 dari Dinas Kesehatan setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang serbaguna DPRD Mimika, Senin (8/3/2021) dipimpin langsung Ketua DPRD Mimika, Robby K. Omaleng.

Robby mengatakan, untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait dengan vaksinasi, dewan mengundang Dinas Kesehatan untuk memberikan sosialisasi secara komprehensif.

“Kita ingin mengetahui sudah sejauhmana pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di Mimika, mekanismenya seperti apa, realisasinya sudah sampai di mana?,” ujar Robby.

“Anggota DPRD ini kan wakil rakyat, sehingga diperlukan informasi dan pemahaman yang baik guna menyakinkan masyarakat untuk ikut vaksin. Jangan sampai nanti ada anggapan DPRD tidak mengikuti program pemerintah ini. Padahal tidak demikian, karenanya dengan sosialisasi ini ada keinginan untuk divaksin,” katanya.

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap seluruh anggota DPRD Mimika, Robby menjelaskan, perlu dilakukan discreaning terlebih dahulu karena jangan sampai ada anggota yang tidak bisa menerima vaksin karena faktor tertentu.

“Vaksin ini kan membutuhkan proses. Dalam arti, orang yang divaksin harus di screanning terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin,” ujarnya.

Ia menambahkan, apalagi untuk discreaning, penerima vaksin harus menjawab 16 pertanyaan yang diajukan oleh tenaga medis.

“Misalnya saya perokok, maka ini kan berkaitan dengan paru-paru dan jantung. Sehingga apakah masih bisa di vaksin tidak. Karenanya, 1-2 minggu kedepan kami akan menyurat kepada Satgas COVID-19 untuk dilakukan screanning dan kemudian baru di vaksin,” tuturnya.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Mimika dr. Lenny Burdam mengatakan, banyak pihak yang bertanya-tanya apakah vaksin aman pada tubuh manusia.

Perlu diketahui, vaksin yany dipakai di Indonesia adalah Sinovac. Vaksin sendiri merupakan virus yang dilemahkan dan sudah dilakukan penelitian serta uji klinis oleh para ahli dan peneliti.

Dimana vaksin ini sudah dilakukan uji klinis tiga kali, baik kepada hewan maupun manusia. Dalam hal ini sukarelawan, yang sudah dilakukan pada tahun lalu.

“Dari hasil uji klinis tersebut, maka disepakati untuk dilakukan vaksinasi. Dan ini sudah mendapatkan sertifikasi dari BBPOM dan MUI, sehingga aman dan halal,” katanya.

Untuk pelaksanaannya sendiri, kata dr Lenny, vaksinasi dilakukan dua dosis. Namun sebelum pemberian vaksin, penerima harus diperiksa atau screanning terlebih dahulu.

Tujuannya, untuk mengetahui penyakit penyerta yang diderita oleh penerima.

“Untuk vaksinasi di Mimika sudah tahap kedua. Yang pertama terhadap pejabat publik, kemudian dilanjutkan dengan tenaga kesehatan. Dan saat ini, kepada pelayan publik. Dengan demikian, vaksin akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan ketersediaan,” tuturnya.

“Setelah di vaksin, bukan langsung terbebas. Tapi masih tetap mematuhi protokol kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan). Ini karena, penyeberannya melalui saluran pernafasan,” ungkapnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga