Mama Kamoro Tewas Tertembak, Jenazah Disemayamkan di Gedung DPRD

Mama Kamoro Tewas Tertembak, Jenazah Disemayamkan di Gedung DPRD
Jenazah mama Kamoro, Kolaka Emakeparo (55) yang diduga tewas tertembak disemayamkan di Kantor DPRD Mimika

 

TIMIKA | Warga Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika Kolaka Emakeparo (55) diduga tewas setelah terkena proyektil peluru oknum aparat kepolisian, Minggu (4/2) sekitar pukul 21.30 WIT malam.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mama (ibu rumah tangga) asal Suku Kamoro, Mimika diduga tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Cargo Dock, Pelabuhan Amamapare milik PT Freeport Indonesia. 

 

Peristiwa bermula setelah sekitar tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki kawasan pabrik pengeringan konsentrat PT Freeport Indonesia. Security perusahaan dan aparat keamanan kemudian melakukan pengejaran.

 

Seorang warga berinisial NR (18) tertangkap lalu dibawa ke Pos Security Porsite, Amamapare untuk diinterogasi. Selanjutnya NR hendak dibawa ke Polres Mimika untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Namun di tengah perjalanan melalui jalur perairan, NR melompat dari speed boat dengan kondisi tangan terborgol. Ia berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar area penyeberangan Porsite-Cargo Dock.

 

Baca juga: Mama Kamoro Tewas Tertembak, Kapolda dan Pangdam Diminta Datang ke Timika

 

Sejumlah warga kemudian berusaha melindungi NR dan menghalau aparat dengan lemparan batu. Sempat terjadi keributan hingga terdengar letusan senjata api milik aparat Brimob Polri.  

 

Warga Pulau Karaka kemudian memadati kawasan tersebut. Aparat kemudian mundur meninggalkan lokasi. Sementara NR belum dipastikan keberadaanya usai melompat dari speed boat dalam kondisi tangan terborgol.

 

Sekitar pukul 23.00 WIT, mama Kamoro atasnama Kolaka Emakeparo (55) dilaporkan mengalami luka robek pada bagian kepala belakang, setelah diduga terkena proyektil peluru aparat Brimob Polri. 

 

Kemudian sekitar pukul 05.30 WIT, Kolaka Emakeparo tiba di rumah sakit Caritas (RSMM) dengan kendaraan medis SOS  PT Freeport Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

 

Pihak keluarga dan masyarakat Suku Kamoro tak terima atas kejadian tersebut. Mereka lalu membawa jenazah dengan berjalan kaki ke gedung DPRD Mimika, di Jalan Cenderawasih pada pukul 14.00 WIT siang.

 

Selain itu, warga juga melakukan pemalangan ruas Jalan Cenderawasih, tepat di depan Kantor DPRD Mimika. Hingga pukul 17.15 WIT sore, akses jalan yang menghubungkan Kota Timika – Kuala Kencana masih diblokade aksi bakar ban dan diduduki puluhan warga.

 

Tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gerry Okoare mengutuk keras pelaku penembakan yang menewaskan warganya, apalagi seorang ibu rumah tangga. 

 

“Korban saya (Suku Kamoro) sudah terlalu banyak. Ini bukan binatang lalu dibunuh begitu saja. Tanah ini kami punya, kami menderita di atas tanah ini,” kata Gerry. 

 

“Ini perbuatan biadab, saya kutuk berdiiri di atas tanah ini. Kami datang di Kantor DPRD sebagai rumah kami. Ini bukan binatang yang dibunuh lalu dikubur begitu saja,” katanya.

 

Gerry sendiri merasa belum puas sebelum memastikan peristiwa tersebut sesuai fakta yang benar-benar terjadi di lapangan. 

 

Karena itu, pada sekitar pukul 16.00 WIT, Gerry bersama beberapa perwakilan tokoh masyarakat Kamoro didampingi Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan bertolak menuju lokasi kejadian. 

 

“Harus ada solusi yang benar-benar berkeadilan bagi kami khususnya orang Kamoro. Yang tembak ini harus ada di sini. Saya mau pergi cek lokasi dan kronologis kejadian. Harus ada titik terang atas masalah ini,” jelas Gerry.

 

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan menyampaikan duka cita sangat mendalam atas meninggalnya korban, terlebih khusus peristiwa ini melibatkan oknum anggota Polri.

 

“Aspirasi yang bapak ibu sampaikan sudah kami pahami dan kami akan tindak lanjuti. Kepada oknum anggota yang diduga terlibat dalam masalah dan berakibat adanya korban, akan kami lakukan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya. (rum/SP)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.