seputarpapua.com

Pemprov Papua Optimistis Sota Jadi Objek Wisata

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pemprov Papua Optimistis Sota Jadi Objek Wisata

JAYAPURA | Pemerintah Provinsi Papua optimistis kawasan perbatasan RI-PNG di Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, juga akan menjadi objek wisata setelah dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) seperti di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

 

“Kita juga harus mengantisipasi bila PLBN Sota akan menjadi daerah wisata seperti yang terjadi di PLBN Skouw,” ujar Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai, di Jayapura, Sabtu (24/2).

 

Untuk itu, kata Suzana, sejak awal perlu dipersiapkan berbagai sarana pendukung di kawasan perbatasan Sota.

 

Pemprov belajar dari melonjaknya jumlah pengunjung di PLBN Skouw, Kota Jayapura, yang tidak dibarengi dengan penyiapan infrastruktur yang memadai.

 

Menurut dia, dengan jumlah kunjungan yang mencapai ribuan orang tiap akhir pekan, setidaknya harus ada areal parkir kendaraan yang memadai dan juga fasilitas penunjang lain seperti tempat istirahat dan kafetaria.

 

Suzana memastikan pemerintah pusat akan membangun PLBN Sota pada tahun anggaran 2018.

 

“Untuk tahun ini yang sudah pasti dibangun adalah pos lintas batas negara di Sota, Kabupaten Merauke. Memang dari pos ke kampung terdekat cukup jauh, tetapi aktifitas sudah berlangsung,” kata dia.

 

Ia menjelaskan untuk pos milik Papua Nugini belum dibangun, tetapi sudah ada dalam perjanjian kerja sama dua negara bahwa pembangunan pos lintas batas harus dilakukan oleh kedua negara.

 

“Rencananya memang Gubernur Western Province (Papua Nugini) juga akan membangun, beliau sangat antusias dan sangat perhatian dengan pembangunan perbatasan,” ujar Suzana.

 

Suzana pun menyebut pembangunan PLBN Sota tidak akan sebesar seperti PLBN Skouw. Hal tersebut disesuaikan dengan aktifitas di lokasi tersebut.

 

Ia menambahkan, ada beberapa pos lintas batas yang rencana pembangunannya masih dibicarakan, tapi ada juga yang sudah berbentuk “master plan”.

 

“Pos lintas batas di Waris (Kabupaten Keerom) sudah pernah dibangun, tetapi kini sedang dilihat apakah pos tersebut akan direfitalisasi, tetapi masterplannya sedang dibuat,” kata Suzana.

 

Sebelumnya, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan akan mengembangkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu di Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

 

“Yang sudah pasti akan dibangun adalah di Sota, yang lainnya akan kami bahas dahulu bersama-sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP),” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo.

 

Tujuh PLBN yang telah dikembangkan di kawasan perbatasan adalah PLBN Entikong, PLBN Badau, dan PLBN Aruk (Kalimantan Barat), PLBN Motaain, PLBN Motamasin, dan PLBN Wini (Nusa Tenggara Timur) dan PLBN Skouw (Provinsi Papua).

 

Tujuh PLBN tersebut telah dibangun dalam periode 2015-2017. Pada 2018 yang sudah pasti akan dibangun adalah PLBN Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

 

Sementara itu, ada delapan PLBN yang rencananya akan dibangun pada 2019 yaitu di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, PLBN di Pulau Serasan Kabupaten Natuna Provinsi Kepri, PLBN Jogoi Babang Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalbar, PLBN Jasa Kabupatn Sintang Provinsi Kalbar.

 

Selanjutnya, PLBN Sie Nyamuk Kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara, PLBN Napan Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT, PLBN Maritaing Kabupaten Alor Provinsi NTT dan PLBN Oepoli Kabupaten Kupang Provinsi NTT.

 

Sebelumnya juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo memastikan bahwa untuk PLBN Sota yang dibangun pada 2018 ini sudah disiapkan pendanaannya.

 

Tjahjo Kumolo yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu memaparkan, pembangunan Sota pada tahun ini disebabkan antara lain cukup aktifnya lalu lintas manusia dan barang di kawasan tersebut. (Ant/SP)

Berita Terkait
Baca Juga