3.000an Pengungsi Akibat Konflik Bersenjata di Puncak Minta Dipulangkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey saat menemui warga pengungsi di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Komnas HAM Papua)
Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey saat menemui warga pengungsi di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Komnas HAM Papua)

TIMIKA | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua memantau kondisi ribuan warga yang mengungsi di Ilaga, Kabupaten Puncak, menyusul konflik bersenjata di wilayah itu.

Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey dalam beberapa hari berkunjung langsung ke Kabupaten Puncak dan menemui perwakilan ribuan warga yang meninggalkan kampung halaman mereka ke wilayah perkotaan yang lebih aman selama konflik berlangsung.

Komnas HAM Papua mencatat sekitar 3.019 orang pengungsi kini berada di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak. Mereka antara lain berasal dari Distrik Gome, Ilaga Utara, Muara, dan kampung wilayah pinggiran Ilaga.

Frits menggambarkan, ada dua titik konsentrasi pengungsian masyarakat di Ilaga dengan menempati sekitar 60-70 honai mau pun rumah dan tenda besar yang dijadikan posko untuk menerima bantuan.

Ia mengatakan, gelombang pengungsian mulai berlangsung sejak 28 April 2021 ketika memanasnya konflik bersenjata antara TNI/Polri dengan TPNPB-OPM yang dilabeli oleh pemerintah Indonesia sebagai organisasi teroris.

“Konflik ini mengakibatkan korban jiwa, selain dari kedua pihak yang terlibat kontak tembak, juga dari masyarakat sipil. Lalu, kejadian ini mengakibatkan pengungsian masyarakat,” katanya kepada Seputarpapua di Timika, Selasa (1/6/2021).

Pengungsi Ilaga ini belum termasuk mereka yang meninggalkan Puncak ke kabupaten terdekat seperti Nabire dan Mimika. Selain itu, ada kelompok pengungsi di Distrik Mabugi yang kesulitan menjangkau Ilaga karena jaraknya cukup jauh.

Untuk pengungsi di pusat pengungsian Ilaga, kata Frits, terpantau terkoordinir secara baik dan sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan ke sana.

“Memang sudah ada banyak bantuan antara lain dari gereja, FKUB, PGI, Keuskupan, Sinode GKI Tanah Papua, dan lain-lain. Bantuan ini sudah jalan, kami harap pemda bisa koordinir untuk dibagikan,” katanya.

Editor: Batt
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga