3 Warga Hilang Usai Kerusuhan Dogiyai Diantar Pastor Bersama Masyarakat ke Polres

Pastor Martinus Iyai bersama dengan masyarakat setempat mengantar tiga warga yang sebelumnya dilaporkan hilang usai kerusuhan Dogiyai ke Mapolres Dogiyai, Kamis (17/11/2022). (Foto: Humas Polda Papua)
Pastor Martinus Iyai bersama dengan masyarakat setempat mengantar tiga warga yang sebelumnya dilaporkan hilang usai kerusuhan Dogiyai ke Mapolres Dogiyai, Kamis (17/11/2022). (Foto: Humas Polda Papua)

TIMIKA | Tiga warga yang sebelumnya dinyatakan hilang usai kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah pada Sabtu, 12 November 2022, ternyata dalam kondisi selamat.

Ketiga warga tersebut masing-masing bernama Sugeng Rianto (38), Slamet Triadi (51) dan Dwi Purnomo (35).

Ketiganya diantar  Pastor Martinus Iyai bersama masyarakat setempat ke Mapolres Dogiyai, Kamis (17/11/2022).

Mereka diterima langsung Kapolres Dogiyai, Kompol Samuel D. Tatiratu di lobi utama Polres.

Menurut keterangan yang dikeluarkan Bidang Humas Polda Papua, menyebut bahwa pada saat peristiwa kerusuhan terjadi, ketiga korban berlari menyelamatkan diri karena ketakutan dianiaya oleh massa. Namun saat hendak berlari, para korban diselamatkan masyarakat untuk bersembunyi.

Atas langkah yang sudah dilakukan masyarakat setempat, Kapolres menyampaikan ucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik, telah membantu aparat untuk mengamankan warga dari amukan massa disaat kerusuhan terjadi.

Ia juga menyampaikan kepolisian akan memberikan perlindungan penuh kepada ketiga warga beserta masyarakat lainnya.

Ia meminta seluruh masyarakat Dogiyai agar tetap menjaga situasi agar tetap kondusif pasca kerusuhan yang terjadi.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023, ke depannya mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, dan mari kita hindari adanya ajakan atau hasutan oknum yang ingin memecah belah hingga mengganggu ketertiban umum,” kata Kapolres.

Diketahui bahwa terjadinya kerusuhan di Dogiyai diakibatkan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang anak kecil.

Tewasnya anak bernama Noldi Goo tersebut memicu kemarahan masyarakat setempat hingga melakukan aksi anarkis dengan membakar bangunan hingga menyerang warga lainnya, terutama sopir truk di wilayah itu.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.