300 Pengungsi Gempa Jayapura di Pegunungan Salju Belum Tersentuh Bantuan, Ada yang Tidak Makan

Sejumlah pengungsi mengupas kelapa untuk dijadikan bahan makanan di pengungsian Dok V Atas Jalan Pegunungan Salju (Foto: IndrayadiTH)
Sejumlah pengungsi mengupas kelapa untuk dijadikan bahan makanan di pengungsian Dok V Atas Jalan Pegunungan Salju (Foto: IndrayadiTH)

JAYAPURA | Sekitar 300-an pengungsi di jalan Pegunungan Salju, Kelurahan Trikora, Dok V atas, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, mengeluh belum terjamah oleh pemerintah setempat pasca bencana alam gempa bumi yang terjadi diwilayah itu pada 9 Februari 2023.

Hal ini ditegaskan Ketua RT 03, Daniel Hisage saat ditemui media seputarpapua.com pada Minggu, 12 Februari 2023.

Daniel mengatakan, sebanyak 300-an orang sementara mengungsi di rumah Keuskupan Jayapura yang terletak di jalan tersebut dan terjangkau aman dari longsor. Pihaknya mengaku, sebagian besar warganya bermukim di areal tepi jurang dekat kali, curah hujan terus menerus disertai angin dan beberapa gempa susulan terjadi, membuat mereka harus mengungsi ke lokasi aman.

“Sebanyak 38 rumah warga disini semuanya berada didaerah rawan longsor, dan tahun 2022 lalu telah memakan korban jiwa akibat longsor. Trauma itulah semua warga mengungsi, sayang sekali pemerintah belum lihat kami disini,” kata Daniel.

Pengungsi, lanjut Daniel, hanya makan seadanya, air bersih pun tidak ada. Dirinya bersama Babinsa setempat telah melaporkan hal tersebut ke pihak Kelurahan Trikora, namun belum ada jawaban sama sekali.

“Kami dapat berkat bantuan bama (bahan makanan) pernah sekali, dari Direktur Bank Papua. Namun itu hanya cukup sehari. Sejak 4 hari terakhir. Kami makan seadanya, dan bahkan diantara kami tidak makan. Karena lebih mementingkan anak-anak kami dulu makan,” ujarnya.

Dalam daftar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua bantuan tenda dan lainnya, kata Daniel, pengungsi di pegunungan salju ini tak ada dalam daftar. Sementara, jelas-jelas, warganya sangat berdampak gempa bumi beberapa waktu lalu.

“Semoga pemerintah dapat melihat secara nyata keluhan warga kami ini. Tadi ada bantuan dari TNI, tetapi hanya 15 nasi kotak. Dari jumlah itu tak sebanding dengan pengungsi yang ada saat ini sebanyak 300-an orang,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura sendiri menyebutkan bahwa, pengungsi gempa Jayapura dengan magnitudo 5,4 pada Sabtu, 11 Februari 2023, bertambah menjadi 3.555 jiwa atau sebanyak 1.007 kepala keluarga (KK).

Hingga kini, pemerintah terus mendata pengungsi-pengungsi yang berdampak dari gempa bumi tersebut.

penulis : IndrayadiTH
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan