300 Pesera Ikut Lomba Paduan Suara dan Vocal Grup PKB GKI se-Klasis Mimika

Peserta Vocal Grup saat mengikuti lomba. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Peserta Vocal Grup saat mengikuti lomba. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dari Gereja Kemah Injil (GKI) Se-Klasis Mimika melaksanakan perlombaan paduan suara dan vocal grup.

Perlombaan ini diikuti oleh 300 orang yang terdiri dari 6 kelompok paduan suara campuran (wanita dan pria) dan 10 kelompok ikut vocal grup khusus kaum bapak.

Lomba tersebut digelar di Gereja Marthen Luther, Jalan Yos Sudarso, Rabu (29/6/2022).

Ketua Panitia Kegiatan Fedrik Yambise mengatakan penyelengaraan lomba pada tahun 2022 merupakan yang ketiga dilaksanakan di Gereja GKI Marthen Luther Sempan.

Persiapan perlombaan sudah dilaksanakan sejak empat bulan lalu atau pada Maret.

“Peserta perlombaan terdiri dari 13 Jemaat, dengan total 300 orang, yang terbagi dalam 6 kelompok paduan suara dan 10 kelompok vokal grup,” ujarnya.

Fedrik menambahkan pihaknya mendatangkan juri berpengalaman sebanyak 6 orang, 4 dari Jayapura dan satu orang dari biak serta satu juri lagi dari Timika yang semua sudah berpengalaman.

Sementara itu, Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th mengatakan dalam bernyanyi tentunya untuk memuji Tuhan dan merupakan hal yang sangat mulia dan penting.

Dikatakan nyanyian gereja memiliki dua aspek penting ketika bernyanyi pertama adalah sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang mengasihi dan memberkati kita.

“Setiap kali kita menyanyi kita sudah menaikan syukur,” ujarnya.

Aspek lainnya, kata pendeta Andrikus semua hendak bersaksi tentang kebesaran Allah yang mengasihi dan memberkati serta dan menyelamatkan kita.

“Dua aspek ini tidak bisa dipisahkan. Karena itu saya percaya ini juga yang bisa diungkapkan hari ini ketika kita ada disini mengikuti lomba ini,” ujarnya.

Karena itu ia berharap bagi semua yang ikut perlombaan bisa terlibat dalam melantunkan puji pujian jangan sepelekan dua aspek tersebut yang merupakan hal utama.

“Tetapi kita jalan kemudian melihat dari sisi lomba, juara dan tidak juara lalu tidak juara merasa minder, kecewa saling mempersalahkan, itu tidak boleh. Semua yang tampil hari ini harus bisa tampil dengan dua aspek, karena dua aspek itu berarti sebenarnya sudah dapat performa juara,” ucapnya.

Ketika tampil di sini, orang lihat dan kemudian mendengar ungkapan syukur dan menyaksikan kebesaran Tuhan melalui lagu-lagu.

“Memuji Tuhan jangan setengah hati. Memuji Tuhan dengan kesungguhan artinya perlu latihan menyanyi harus dengan kualitas yang baik, perlu latihan.Event ini juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.