320 Kg ‘Karaka’ Timika Diekspor ke China, Target Kirim 1 Ton

EKSPOR | Persiapan ekspor karaka dari Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)
EKSPOR | Persiapan ekspor karaka dari Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMIKA | 320 kilogram kepiting Timika atau lebih dikenal dengan nama Karaka diekspor ke Shanghai, China, dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Senin (13/6/2022).

Pengiriman Karaka ke Shanghai ini merupakan yang pertama kalinya dikirim oleh UD Putri Desi disaksikan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Kepala dan Sekretaris Dinas Perdindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan juga Bea Cukai.

Johannes Rettob mengatakan, ekspor karaka dilakukan setelah dibuka kembali penerbangan ekspor barang oleh Garuda Indonesia ke Shanghai dengan perjalanan kurang dari 24 jam, yaknibberangkat dari Timika Senin 11.30 WIT dan tiba di Shanghai Selasa sekitar pukul 7 pagi.

John menyampaikan apresiasi kepada pengusaha yang telah membantu mendorong ekonomi di Mimika salah satunya dengan ekspor hasil laut.

“Terima kasih sudah mendukung kita (Pemerintah),” katanya.

Dijelaskan pengiriman ke Shanghai ini hanya satu minggu satu kali. Diharapkan pengiriman selanjutnya jumlahnya bisa lebih banyak.

Ia juga berharap kedepan bisa ada pengiriman ke provinsi lain di China.

John berpesan kepada pengusaha untuk bagaimana proses ekspor ini bisa memberikan manfaat dan juga kesempatan untuk para nelayan khususnya orang asli Papua.

Pemilik UD Putri Desi, Hartati menjelaskan, 320 kilogram karaka yang dikirim ini dari satu pengepul yang membeli dari nelayan di wilayah pesisir Mimika seperti Manasari, Kekwa dan daerah lainnya.

“Kita harapkan minggu depan bisa diatas 1 ton,” katanya.

Karaka yang dikirim ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di China yaitu ukuran 300, 400 dan 500 gram.

“Mereka memang makannya yang ukuran itu dan Timika punya, jadi sudah sesuai target,” katanya.

Hartati menyebut, ekspor ini tidak hanya menguntungkannya sebagai pengusaha tetapi juga menguntungkan para nelayan.

“Untuk nelayan kita kasih naik harga, karena di saba (luar negeri) juga harganya bagus,” katanya.

Ia mengaku akan melatih nelayan orang asli Papua di tempatnya masing-masing agar bisa satu tingkat lebih maju.

 

reporter : Anya Fatma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.