00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Ketua MUI Mimika: Teroris Adalah Kelompok Gagal Paham Ajaran Agama

Ketua MUI Mimika: Teroris Adalah Kelompok Gagal Paham Ajaran Agama
Suasana koordinasi sosial sekaligus buka puasa bersama di Koramil Kota Timika, Jumat (25/5)

TIMIKA | Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Papua, Ustad H. Muhammad Amin menegaskan teroris yang mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan hingga pengeboman adalah kelompok gagal paham ajaran agama.

“Sudah pasti mereka (teroris) tidak paham ajaran agama. Dalam Alquran jelas, siapa membunuh jiwa seseorang atau merusak kehidupan umat manusia, sama dengan membunuh manusia secara keseluruhan,” kata Ustad Amin dalam acara Komunikasi Sosial sekaligus buka puasa bersama yang dilaksanakan di Koramil 1710-02 Timika, Jumat (25/5).

Amin mengatakan, ajaran umat Islam sangat jelas dalam Alquran bahwa siapapun yang membunuh tanpa alasan jelas, merusak kehidupan, apalagi merusak rumah ibadah, maka sungguh dia telah membinasakan umat manusia di muka bumi.

“Jelas bahwa siapa yang melanggar (melakukan itu) berarti badannya, jasadnya Muslim, tetapi pahamnya bukan Muslim,” tegasnya.

iklan_lokal_dalam_berita

Ia juga menekankan bahwa Islam tidak pernah memerintahkan atau mengajarkan umat untuk membunuh, merusak Gereja atau tempat ibadah umat agama lain.

“Bahwa merusak gereja, tempat ibadah orang lain, adalah sama dengan tidak menginginkan kehadiran Tuhan di tempat itu. Sama halnya, kalau ada yang melarang kita membangun rumah ibadah di suatu tempat, maka sama dengan melarang kehadiran Tuhan di tempat itu,” kata dia.

Amin mencontohkan kesesatan teroris, yaitu dengan membom tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur baru-baru ini. Ia berpendapat bahwa pelaku tersebut sama sekali tidak bertanggung jawab atas dirinya maupun kepercayaan agama yang dianutnya.

“Siapa yang menyangka dua orang teroris di atas motor itu lalu dia ledakkan diri di depan Mapolres Surabaya. Islam tidak pernah mengajarkan yang namanya bom bunuh diri,” kata dia.

Menurutnya, paham teroris yang dibungkus potongan ayat suci dan ajaran agama sungguh telah menyesatkan orang lain, dengan mengatasnamakan jihad dalam melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap siapapun yang tidak sepaham dengannya.

“Mereka mengatasnamakan ini jihad, padahal Islam tidak pernah mengajarkan untuk bunuh diri. Dalam Alquran disebutkan bahwa jangan jerumuskan dirimu dalam lembah kebinasaan,” imbuhnya.

Tetapi kemudian, Amin mengingatkan agar jangan sampai ada yang menyematkan status teroris terhadap Islam, atau kepada umat Islam yang kebetulan berjenggot tebal, memakai peci dan berpakaian cingkrang.

“Jadi jangan ketika kita melihat orang berjenggot tebal maka langsung kita menyebutnya teroris. Karena cara kerja teroris ini luarbiasa, cantik sekali. Mereka atasnamakan agama, jihad,” tutur Amin.

Presiden Joko Widodo, kata dia, telah membuka sebuah kegiatan yang diikuti seluruh ulama se Indonesia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, disepakati sebuah komitmen bahwa jangan sekali-kali mengaitkan teroris dengan jihad.

Para ulama menyatakan, jihad yang sebenarnya adalah bagaimana merubah pola pikir dari keterbelakangan menjadi maju, kebodohan menjadi cerdas, lalu Indonesia menjadi maju dan sejahtera.

“Itulah jihad, bukan mengebom orang, membunuh orang, mengintimidasi orang dan sebagainya,” jelasnya.(rum/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar