Kejari Timika Tangkap Terpidana Kasus Persetubuhan Dibawah Umur di Biak

Kejari Timika Tangkap Terpidana Kasus Persetubuhan Dibawah Umur di Biak
Kasi Intel Kejari Mimika saat melakukan pemeriksaan dan memberikan penjelasan di Kantor Kejari Biak Numfor

TIMIKA | Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika berhasil menangkap MRB, terpidana perkara persetubuhan dibawah umur.  MBR ditangkap di Kabupaten Biak Numfor,  Senin (28/5).

 

Kepala Kejari Mimika, Alex Sumarna, SH MH melalui Kepala Seksi (Kasis) Kejari Mimika yang juga Tim Eksekutor Kejari Mimika, Yasozisokhi Zebua, SH mengatakan, untuk menangkap MBR Kejari Mimika bekerjasama dengan Tim Pidana Umum (Pidum) Kejari Biak Numfor dan Tim Buser Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Biak Numfor.

 

“Untuk penangkapan terhadap MBR Minggu (27/5) kami sudah tiba di Kabupaten Biak Numfor. Selanjutnya melakukan pengintaian terpidana di kampungnya,” kata Zebua kepada media ini melalui pesan singkat, Senin (28/5).

 

IKLAN-TENGAH-berita

Kata dia, sebelum ke Biak untuk melakukan pengintaian, pihaknya  mendapatkan informasi bahwa terpidana berada di Biak Numfor. Namun setelah dilakukan pengintaian sampai Minggu (27/5) malam, belum membuahkan hasil.

 

Selanjutnya, pada Senin (28/5) pagi, bersama Tim Pidum Kejari Biak Numfor dan Tim Buser Satreskrim Polres Biak Numfor kembali melakukan pemantauan dan pencarian keberadaan terpidana. Kemudian mendapatkan informasi bahwa terpidana menuju rumah saudaranya. MBR akhirnya berhasil ditangkap.

 

“Setelah tahu kendaraan terpidana, kami langsung mengejar dan menghentikan terpidana. Selanjutnya kami membawa terpidana ke Kantor Kejari Biak Numfor,” terangnya.

 

Ia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan intensif serta menjelaskan hal eksekusi kepada terpidana dan keluarganya, tim membawa terpidana untuk dititipkan di Polres Biak Numfor. Selanjutnya, pada Selasa (29/5), pihaknya akan melakukan eksekusi di Lembaga Permayarakatan (Lapas) Biak Numfor.

 

“Sekarang terpidana kami titipkan di Polres Biak. Dan besok, akan kami pindahkan ke Lapas Biak,” terangnya.

 

Zebua menjelaskan, penangkapan terhadap terpidana dilakukan untuk melakukan eksekusi sebagaimana Putusam Mahkamah Agung (MA) RI Nomor : 1237 K/Pid.Sus/2015, tanggal 09 Juni 2015 terhadap perkara Persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh terpidana, pada 25 april 2014 silam di Jalan Budi Utomo, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua.

 

“Terpidana sendiri divonis selama 12 tahun, denda Rp60 juta, dan subside enam bulan pidana kurungan. Vonis ini sebagaimana putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Timika, yang kemudian dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi Jayapura, serta putusan MA RI,” jelasnya.

 

Perlu diketahui, pada 25 April 2014 lalu, sekitar pukul 17.30 WIT, MBR mendatangi rumah korban dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (miras). Dimana MRB mengajak korban mencari istrinya di SP 1. Sesampai di rumah salah satu kerabatnya di SP 1, terdakwa tidak menghentikan sepeda motor yang dikendarai, namun melanjutkan ke Jalan Budi Utomo Ujung. 

 

Sesampai di TKP, MRB melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap korban dan mengancam korban apabila berteriak. Tidak hanya itu, MBR sempat mengajak korban ke rumahnya di irigasi. Namun dalam perjalanan, korban loncat dari kendaraan dan berlari meminta tolong kepada orang di sekitar.

 

Dari kejadian tersebut, korban beserta keluarga langsung melaporkan ke pihak kepolisian, dan melakukan visum. MBR diancam pidana sesuai Pasal 81 Ayat (2) Undang undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. (mjo/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar